Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Resmi Resesi dan PHK Merajalela, Cek 5 Faktanya

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 07 November 2020 |07:33 WIB
Indonesia Resmi Resesi dan PHK Merajalela, Cek 5 Faktanya
Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
A
A
A

3. Perusahaan Bangkrut saat Resesi

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan situasi ini akan mengarah pada gelombang kebangkrutan massal perusahaan di dalam negeri.

"PHK di berbagai sektor masih akan terjadi dan menyumbang angka pengangguran serta kenaikan jumlah orang miskin baru," kata Bhima saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

4. Orang Miskin Baru

Bhima Yudistira menilai efek resesi yang dialami Indonesia akan membuat ekonomi Indonesia tertekan. BPS melaporkan ekonomi Indonesia tertekan minus 3,49%.

"Turunnya pendapatan di kelompok masyarakat menengah dan bawah secara signifikan. Akan ada orang miskin baru," kata Bhima di Jakarta.

Kata dia, desa akan jadi tempat migrasi pengangguran dari kawasan industri ke daerah-daerah karena gelombang PHK massal. Angkatan kerja baru makin sulit bersaing karena lowongan kerja menurun, sementara perusahaan kalaupun lakukan rekruitment akan prioritaskan karyawan lama yang sudah berpengalaman.

5. Kuartal IV Membaik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan ekonomi semakin baik hingga akhir tahun atau kuartal IV-2020. Di mana diproyeksikan pertumbuhan ekonomi minus 1,6% sampai 0,6%.

"Tren positif melewati minus 5,32% di kuartal II. Jadi positif ini akan sampai kuartal IV minus 1,6 % atau 0,6%," ujarnya, dalam keterangan pers para menteri terkait pertumbuhan ekonomi, Kamis (5/11/2020).

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement