Variasi Modus Kejahatan Perbankan Makin Banyak , Begini Cara Menghindarinya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Sabtu 07 November 2020 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 622 2305731 variasi-modus-kejahatan-perbankan-makin-banyak-begini-cara-menghindarinya-gwhy2BgBRV.jpg Waspada Modus Kejahatan Perbankan. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Modus kejahatan perbankan saat ini semakin banyak. Para nasabah pun diimbau untuk berhati-hati dan waspada saat ingin melakukan transaksi.

Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakan, masyarakat harus memperhatikan penggunaan PIN dengan hati-hati saat menggunakanya pada ATM. Selain itu, ganti PIN ATM secara berkala, agar tidak mudah terlacak dengan alat skimming tidak bisa lagi digunakan.

Baca Juga: Indonesia Masuk Resesi, Berapa Uang Tunai yang Harus Dipegang?

"Caranya, selalu tutup dengan tangan ketika Anda menekan PIN," bebernya.

Lalu, nasabah harus aktif melakukan pemeriksaan histori atau sejarah transaksi yang dilakukan. Misalnya rajin memeriksa mutasi rekening baik di mesin ATM, internet banking, hingga mobile banking.

Baca Juga: Perlukah Mengosongkan Saldo di Rekening saat Indonesia Resesi?

"Cek selalu historis setiap pengeluaran yang dilakukan," katanya.

Serta aktifkan notifikasi atau pemberitahuan melalui SMS. Biasanya, notifikasi ini bisa diset oleh nasabah misalnya untuk transaksi di atas Rp1 juta maka bank akan menginformasikan kepada nasabah.

"Jadi gunakan digital banking agar transaksi tidak terduga bisa terecord," tandasnya.

Sebagai informasi, modus kejahatan perbankan yang terbaru terjadi pada nasabah Maybank. Winda D Lunardi dan Floletta Lizzy Wiguna melakukan pengaduan ke Bareskrim Polri karena uang tabungannya hilang Rp20 miliar.

Kuasa hukum Winda, Joey Pattinasarany menjelaskan uang tersebut telah di tabung sejak 2015 dalam dua rekening terpisah. Menurut perhitungan mereka sampai 2020 uang itu sudah mencapai Rp 20 miliar.

"Totalnya Rp20 miliar dengan rincian (tabungan) Winda Rp15 miliar, ibunya Rp5 miliar," ujarnya.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, pihaknya akan meminta pihak yang terlibat dalam kasus ini untuk bertanggung jawab sesuai dengan keputusan pengadilan.

"Semua tergantung pembuktian di pengadilan nanti. Siapapun yang terbukti salah nanti tentunya akan bertanggung jawab terhadap pengembalian dana nasabah. Sementara kita sama-sama hormati proses hukum yang berjalan," kata Taswin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini