Pengusaha Bilang PSBB Bukan Hambatan Bisnis, tapi Ini Masalahnya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 09 November 2020 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 320 2306499 pengusaha-bilang-psbb-bukan-hambatan-bisnis-tapi-ini-masalahnya-bAChVu486k.jpg PSBB Bukan Hambatan untuk Bisnis di Tengah Pandemi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pusat perbelanjaan atau mal merupakan salah satu bisnis yang terkena dampak dari adanya Covid-19. Pasalnya, wabah tersebut membuat aktivitas sosial dan ekonomi mengalami kemerosotan yang amat tajam.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja meyakini, pihaknya yakin bisa selamat dari krisis ekonomi akibat resesi. Salah satu solusinya geliat akivitas kembali normal, yaitu pemerintah harus mampu mempersiapkan vaksinasi secara baik.

Baca Juga: Jeritan Pengusaha Selama PSBB Transisi, Mal Masih Sepi

"Pusat perbelanjaan optimis dapat melalui masa sulit ini. (Yang terpenting pemerintah) Mempersiapkan vaksinasi sebaik mungkin agar supaya dapat segera dilaksanakan dengan baik dan aman," ujarnya kepada Okezone, Senin (9/11/2020).

Saat ini, lanjut dia, yang menjadi faktor hambatan utama bukan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tapi lebih kepada faktor daya beli yang masih belum beranjak pulih.

Baca Juga: Bisnis Restoran Wajib Go Digital meski Ada Vaksin Covid-19

"Selain itu, faktor kehatian-hatian masyarakat terhadap Covid- 19," kata dia.

Dia menyebut setelah PSBB transisi di wilayah Ibu Kota berjalan sebulan, tak pernah tercatat pengunjung mal mencapai batas maksimal, yakni 50%.

"Hal ini terbukti dengan belum pernah tercapainya rata - rata kapasitas maksimal 50%," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan program vaksinasi terpaksa molor dari jadwal sebelumnya, yaitu November. Ini karena untuk bisa melakukan vaksinasi, Pemerintah Indonesia juga akan menggunakan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/ EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Tadi Presiden (Jokowi), telepon saya, soal vaksin sudah dapat. Rencananya yang minggu ke dua November bisa saja tak tercapai, namun bukan barangnya tidak siap. Tapi emergency use authorization belum bisa dikeluarkan BPOM," kata Luhut dalam acara di Lemhanas disiarkan di YouTube, beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini