Bansos hingga BLT Belum Bisa Buat Indonesia Keluar dari Resesi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 09 November 2020 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 320 2306520 bansos-hingga-blt-belum-bisa-buat-indonesia-keluar-dari-resesi-uZqd2fF3Hd.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Bantuan sosial yang telah menyasar lebih 50% penduduk dengan bantuan setara Rp600 ribu rupiah per bulan ternyata tidak mampu mendorong konsumsi rumah tangga menjadi positif bahkan dalam TW III 2020 sebesar -4,04% atau turun sedikit dari posisi -5,52% pada TW II 2020.

Ekonom Indef Tauhid Ahmad mengatakan untuk konsumsi makanan dan minuman (selain restoran) juga masih -0,69% atau bergeser sedikit sekali pada TW II 2020 yang sebesar -0,73%.

Baca Juga: Cair Hari Ini, Penerima BLT Subsidi Gaji Berkurang 

"Ini artinya, untuk kebutuhan pokok saja, masyarakat tidak mampu menyediakan kebutuhannya dengan baik walaupun lebih dari 176,38 triliun rupiah telah digelontorkan pemerintah hingga 2 November 2020,"kata Tauhid Ahmad di Jakarta, Senin (9/11/2020).

 

Menurutnya, ketidakpastian program ini banyak disebabkan ketidaktepatan sasaran, administrasi untuk verifikasi sasaran yang tidak mendukung, besaran bantuan yang tidak memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

"Jenis bantuan yang tidak memberdayakan usaha mikro dan kecil di tengah masyarakat, hingga penggunaan bantuan sosial untuk yang tidak semestinya," katanya.

Dia menambahkan pada Triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar - 5,32% yoy memang masih lebih baik dibandingkan Amerika Serikat (-9%), Hong Kong (-9%), Uni Eropa (-13,9%), Singapura (- 13,3%).

"Namun demikian, apabila dilihat Triwulan III 2020, negara- negara tersebut yang justru jauh lebih cepat pemulihannya, misalnya Amerika Serikat -2,9%, Hong Kong -3,4% dan Uni Eropa -3,9%. Negara-negara tersebut berhasil meningkatkan perbaikan ekonominya lebih dari 50% pada TW III 2020, " tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini