Pengusaha Mal Kehilangan Duit Rp12,6 Triliun akibat PSBB

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 09 November 2020 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 320 2306602 pengusaha-mal-kehilangan-duit-rp12-6-triliun-akibat-psbb-szbGQEx0Bj.jpg Mal Dibuka (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta membuat dunia usaha mengalami kelesuan. Salah satu dampaknya dirasakan oleh pengusahaa mal atau pusat perbelanjaan di Ibu Kota.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan selama PSBB diterapkan di Jakarta sejak April 2020 hingga saat ini, pihaknya tercatat mengalami kerugian per bulan sekitar Rp1,8 triliun, sehingga, jika ditotal dari April hingga Oktober menjadi Rp12,6 triliun.

"Potensi kerugian yang dialami pusat perbelanjaan di DKI Jakarta : +/- Rp1,8 Ttriliun per bulan," kata Alhonpz saat dihubungi Okezone, Senin (9/11/2020).

Baca Juga: Jeritan Pengusaha Selama PSBB Transisi, Mal Masih Sepi 

Saat ini, lanjut dia, yang menjadi faktor hambatan utama adalah bukan pemberlakuan PSBB semata-mata tapi lebih kepada faktor daya beli yang masih belum beranjak pulih

"Selain itu, faktor kehatian-hatian masyarakat terhadap Covid- 19," kata dia.

Dia meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar menyosialisasikan bahwa pusat perbelanjaan itu bukan merupakan sebuah tempat penyebaran Covid-19.

"Pemerintah juga harus berani menghimbau masyarakat untuk beraktivitas atau lebih khusus lagi untuk berbelanja dengan menerapkan Protokol Kesehatan sehingga dapat berbelanja dengan aman dan sehat," ujarnya.

 

Dia menyebut setelah PSBB transisi di wilayah Ibu Kota berjalan sebulan, tak pernah tercatat pengunjung mal mencapai batas maksimal, yakni 50%.

"Hal ini terbukti dengan belum pernah tercapainya rata - rata kapasitas maksimal 50%," ujarnya.

Dia meyakini bila pihaknya akan bisa selamat dari krisis ekonomi akibat resesi ini. Salah satu solusi agar geliat akivitas kembali normal, yaitu pemerintah harus mampu mempersiapkan vaksinasi secara baik.

"Pusat perbelanjaan optimis dapat melalui masa sulit ini. (Yang terpenting pemerintah) Mempersiapkan vaksinasi sebaik mungkin agar supaya dapat segera dilaksanakan dengan baik dan aman," ujar Alphonz.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini