Anggaran Pemulihan Ekonomi Baru Rp376,1 Triliun, Begini Rinciannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 09 November 2020 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 320 2306716 anggaran-pemulihan-ekonomi-baru-rp276-triliun-begini-rinciannya-HzhW20UtFz.jpg Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Nasional. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19. hingga 4 November sudah mencapai Rp276,17 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ada kenaikan pada penyaluran anggaran PEN hingga 4 November lalu. Sebab, hingga saat ini penyaluran anggaran PEN sudah mencapai 54,1% dari pagu anggaran sebesar Rp695,2 triliun.

Baca Juga: Joe Biden Jadi Presiden AS, Strategi Diplomasi Ekonomi RI Perlu Dirancang Ulang

"Maka pada posisi 4 November sudah mencapai Rp376,17 triliun. Terjadi kenaikan dari semester I ke kuartal III, maupun di Oktober dan November yang baru kita rekap empat hari," ujarnya dalam rapat virtual, Senun (9/11/2020).

Menurut Sri Mulyani, saat ini realisasi anggaran kesehatan sudah terserap mencapai Rp32,15 triliun. Angka itu setara dengan 33,1% dari pagu yang ditetapkan.

Baca Juga: Mendag Sebut Neraca Dagang Surplus Jadi Sinyal Positif saat Resesi

Sementara untuk perlindungan sosial jauh lebih baik. Karena realisasinya sudah Rp177,05 triliun, atau 75,6%.

Untuk sektor Kementerian dan Lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda) realisasinya juga sudah tercatat sebesar Rp32,21 triliun, atau baru 48,8%. Kemudian dukungan UMKM sudah mencapai Rp94,64 triliun, atau 82,4%.

Lalu, untuk insentif usaha sudah mencapai Rp38,13 triliun dan pembiayaan korporasi mencapai Rp2 triliun. Angka tersebut l baru 3,2% dari total anggaran.

"Kami akan terus melakukan pemantauan bersama dengan kementerian yang lain," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya akan melakukan realokasi secara dinamis. Anggaran yang dirasa berlebih dan tidak mungkin terserap di satu program, segera direalokasi ke program lain yang tingkat penyerapannya sudah lancar.

“Kita melakukan ini dengan prinsip agar peningkatan serapan semaksimal mungkin, sehingga diharapkan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, utamanya kelas menengah ke bawah sekaligus menjadi penyangga ekonomi nasional’, ungkap Airlangga di Jakarta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini