Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Anjlok Imbas Covid-19, India Andalkan Petani di Desa

Djairan , Jurnalis-Senin, 09 November 2020 |20:12 WIB
Ekonomi Anjlok Imbas Covid-19, India Andalkan Petani di Desa
Petani (Shutterstock)
A
A
A

NEW DELHI - India kini tengah berjuang menghadapi kemerosotan ekonomi akibat Covid-19, yang tercatat anjlok 23,9 persen di kuartal II tahun ini. Saat ini pemerintah India mulai mengandalkan salah satu mesinnya yang selama ini tidak terlihat dan sering diabaikan, yaitu petani.

Pemerintah, pengusaha hingga politisi sama-sama menaruh harapan pada sektor pedesaan, terlebih karena curah hujan yang tinggi memberi peluang rekor panen. Pendapatan siap pakai yang diprediksi tinggi dari para petani menjadi harapan India untuk meningkatkan konsumsi publik, mulai dari permintaan kendaraan, perabotan hingga perhiasan emas.

 Baca juga; Gawat, Ekonomi India Minus 23,9% Efek Lockdown

Berbeda dengan daerah perkotaan, di mana dampak lockdown ketat membuat pelaku bisnis tertatih-tatih meningkatkan penjualan mereka, disebabkan menurunnya permintaan dan tenaga kerja yang dipangkas. Pedesaan dan daerah pedalaman benar-benar menjadi harapan India.

“Permintaan di desa lebih kuat di seluruh kategori untuk produk kami, dibandingkan tahun lalu. Kami berharap ini bertahan selama tiga kuartal ke depan. Penjualan yang lebih tinggi di pasar pedesaan akan mengkompensasi kerugian kami,” ujar Srinivasu Allaphan, direktur perusahaan pembuat perlengkapan mobil JK Tire & Industries Ltd, dikutip dari Bloomberg Senin (9/11/2020).

 Baca juga: India-Australia Teken Kerjasama bidang Maritim

Pendapatan pedesaan tercatat kuat karena produksi biji-bijian dan makanan yang ditanam pada musim hujan, yang diperkirakan mencapai rekor 144,5 juta ton. Langkah pemerintah menaikkan dukungan harga untuk beberapa tanaman dan meningkatkan anggaran program pekerjaan pedesaan berhasil menyelamatkan petani dan buruh.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement