5 Cara Pintar Kelola Keuangan di Tengah Resesi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 09 November 2020 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 622 2306800 5-cara-pintar-kelola-keuangan-di-tengah-resesi-G0Mx4DDBqQ.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak luas padaekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32% diikuti oleh kuartal III-2020 minus 3,49%. Akibat pertumbuhan ekonomi yang minus sebanyak dua kali berturut-turut, artinya Indonesia resmi mengalami resesi.

Dalam resesi setiap orang dituntut untuk pintar dalam mengelola keuangan agar bisa bertahan hidup di tengah kriris. Setidaknya, ada lima langkah agar keuangan Anda tetap selamat ketika gejolak ekonomi ini berlangsung, yaitu periksa pintu penghasilan, atur ulang bujet bulanan, amankan dana darurat, pastikan proteksi, dan periksa investasi.

Baca juga: Cash is King tapi Arus Kas Tetap Jadi Queen

Financial Trainer QM Financial Emiralda Noviarti menjelaskan yang dimaksud dengan periksa pintu penghasilan adalah apakah selama ini pemasukan sudah mencukupi atau belum. Apabila memang pendapatan masih berkurang, maka saatnya mencari penghasilan sampingan yang tidak hanya berasal dari tempat bekerja.

“Sekarang saatnya, penghasilan tidak dari satu pintu. Mungkin kita karyawan, kita punya kemampauan masak, menulis dan menggambar untuk bisa menciptakan penghasilan tambahan. Harusnya enggak jadi masalah, yang penting enggak ganggu,” kata Emiralda dalam diskusi daring, Senin (9/11/2020).

 Baca juga: Cara Kelola BLT Rp1,2 Juta agar Selamat di Tengah Resesi

Kedua, yaitu atur ulang bujet bulanan. Saat pandemi ini sudah dipastikan seluruh kebutuhan hidup mengalami perubahan. Terlebih, kini banyak pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau dirumahkan.

“Contoh skema pengeluaran dari pendapatan adalah seperti membayar cicilan utang 20%, kebutuhan rutin 40%, menabung 20%, sosial 5%, dan lifestyle 15%,” ujarnya.

Ketiga, amankan dana darurat. Ketika pandemi menyerang sendi-sendi perekonomian Indonesia, sebagian orang banyak yang mulai sadar untuk menyimpan penghasilannya dan dialokasikan ke dalam dana darurat.

“Bagi pribadi yang belum menikah idealnya 4 kali dari pendapatan. Kemudian, pasangan menikah belum punya anak 6 kali dari pendapatan. Selanjutnya, Keluarga dengan satu anak 9 kali dari pemasukan. Terakhir, keluarga dengan dua anak yaitu 12 kali dari pendapatan,” ujarnya.

Keempat, pastikan proteksi. Karena kini sedang ada pandemi, makanya pastikan diri Anda sudah memiliki sebuah dua asuransi utama, yakni kesehataan dan jiwa. Keduanya amat bermanfaat karena hingga kini tidak ada yang mengetahui wabah ini akan berakhir kapan.

"Kelima, review rencana dan performa investasi sesuai dengan tujuan finansial. Pahami instrument investasi dan faktor risikonya agar bisa membantu tercapainya tujuan financial dalam rentang waktu yang sudah kita tentukan sebelumnya,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini