Terlebih, saat ini para mafia tanah menggunakan mekanisme buzzer sosmed untuk melawan, dengan skenario seakan mereka menjadi korban.
Sofyan menegaskan, bagi pihaknya, mafia adalah mafia. Pihak Kementerian ATR/BPN sejauh ini terus menangkap mafia, yang paling banyak di Medan.
"Kita tangkap, penjarakan. Bekerja mengurangi mafia tanah bukanlah hal yang mudah. Ke depannya, saya yakin mereka akan berpikir dua kali tiga kali sebelum beraksi," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)