JAKARTA - Indonesia terperosok ke jurang resesi karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 kembali minus. Berdasarkan data BPS, ekonomi terkontraksi 5,32% pada kuartal II dan kuartal III menjadi minus 3,49%.
Meski ekonomi Indonesia sudah alami resesi, tapi masyarakat kelas menengah Indonesia masih bisa membantu meningkatkan perekeonomian. Lalu, apakah ketika situasi perekonomian sedang resesi, masih boleh menghambur-hamburkan uang?
Baca Juga: 5 Cara Pintar Kelola Keuangan di Tengah Resesi
Financial Trainer QM Financial Emiralda Noviarti mengatakan, bila seluruh masyarakat menahan uangnya untuk tak dibelanjakan, maka jangan berharap ekonomi Indonesia akan kembali pulih. Sebab, sebagian besar Produk Domestik Bruto (PDB) Tanah Air itu sebagian besar disumbangkan dari konsumsi rumah tangga.
“Ketika kita betul-betul pelit, sebetulnya itu yang bikin ekonomi enggak tumbuh. Jadi tentunya, jajan, belanja, itu sebenarnya menggerakkan ekonomi,” kata Emiralda dalam diskusi daring, Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga: Cash is King tapi Arus Kas Tetap Jadi Queen
Menurut dia, ketika ada seseorang atau keluarga di masa resesi ini sebenarnya tidak menjadi masalah. Lagi pula, hal tersebut pun dapat meningkatkan imun mereka, ketika hari-hari sudah suntuk dengan penatnya dunia kerja.