Indonesia Resesi, Konsumen Terlalu Pelit Ternyata Imbasnya Luar Biasa

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 622 2307175 indonesia-resesi-konsumen-terlalu-pelit-ternyata-imbasnya-luar-biasa-j13UOoJFok.jpg Tips Mengatur Keuangan di Tengah Resesi Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia terperosok ke jurang resesi karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 kembali minus. Berdasarkan data BPS, ekonomi terkontraksi 5,32% pada kuartal II dan kuartal III menjadi minus 3,49%.

Meski ekonomi Indonesia sudah alami resesi, tapi masyarakat kelas menengah Indonesia masih bisa membantu meningkatkan perekeonomian. Lalu, apakah ketika situasi perekonomian sedang resesi, masih boleh menghambur-hamburkan uang?

Baca Juga: 5 Cara Pintar Kelola Keuangan di Tengah Resesi

Financial Trainer QM Financial Emiralda Noviarti mengatakan, bila seluruh masyarakat menahan uangnya untuk tak dibelanjakan, maka jangan berharap ekonomi Indonesia akan kembali pulih. Sebab, sebagian besar Produk Domestik Bruto (PDB) Tanah Air itu sebagian besar disumbangkan dari konsumsi rumah tangga.

“Ketika kita betul-betul pelit, sebetulnya itu yang bikin ekonomi enggak tumbuh. Jadi tentunya, jajan, belanja, itu sebenarnya menggerakkan ekonomi,” kata Emiralda dalam diskusi daring, Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Cash is King tapi Arus Kas Tetap Jadi Queen

Menurut dia, ketika ada seseorang atau keluarga di masa resesi ini sebenarnya tidak menjadi masalah. Lagi pula, hal tersebut pun dapat meningkatkan imun mereka, ketika hari-hari sudah suntuk dengan penatnya dunia kerja.

“Kalau saya sebenarnya sih enggak terlalu masalah, boros dan enggak borosnya, tapi yang penting punya rencana. Jadi mau lifestyle, liburan terus tiap tahun itu enggak jadi masalah asalkan udah diplot,” kata dia.

Dia menyebut, berbelanja dan liburan saat resesi itu tetap harus memperhatikan kemampuan keuanganan Anda.

“Kalau terukur sebenarnya enggak ada masalah. Tapi tetap harus ada rencananya, karena kita enggak hidup di masa sekarang saja,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini