Kantong Pekerja Sering Jebol, Begini Sebabnya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 622 2307198 kantong-pekerja-sering-jebol-begini-sebabnya-xxsNri6WrC.jpg Isi Dompet (Shutterstock)

JAKARTA – Tidak ada yang salah ketika seorang pekerja hendak berinvestasi. Namun, terkadang keputusan itu tidak berdasarkan penghitungan yang tepat, sehingga kerap membuat penghasilan mereka cepat habis.

Financial Trainer QM Financial Emiralda Noviarti mengatakan, seharusnya setiap pekerja sebelum memutuskan untuk berinvestasi membuat bujetin pengeluaran terlebih dahulu. Sehingga, alokasi gaji untuk diinvestasikan merupakan pilihan terakhir bila seluruh kebutuhan pokok sudah terpenuhi dari pemasukan bulanan.

 Baca juga: Indonesia Resesi, Konsumen Terlalu Pelit Ternyata Imbasnya Luar Biasa

“Pertama, kalau kita lihat manajeman cash flow, dan jadi belum mengatur keuangan cash flownya, manajemen utang dan lompat langsung investasi,” kata Emiralda dalam diskusi daring.

Selain itu, biasanya seseorang terpancing untuk berinvestasi ketika melihat rekan kerja atau saudarnya telah sukses dalam bidang tersebut. Alhasil, dengan nafsu yang menggebu-gebu, Anda langsung menggelontorkan uang ke sana, tanpa memperhitungkan tabungan dan pembayaran cicilan utang.

Baca juga; Cash is King tapi Arus Kas Tetap Jadi Queen

“Belum-belum langsung cari investasi. Ikut-ikutan teman gitu. Enggak mau ketinggalan, sementara enggak jelas tujuannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lead Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto mengimbau kepada setiap pekerja agar sebelum memtuskan berinvestasi harus mengetahui produk dan tujuan berinvestasinya.

“Jadi kita masuk ke produk investasi yang belum tentu kita cocok dan enggak ngerti,” ujarnya.

Dia menyebut, setiap orang itu sebaiknya bisa mengukur kemampuan dirinya masing-masing dalam hal mengelola keuangan. “Jadi kita suka ikutin orang, padahal hidup kita dan dia belum tentu sama. Kita tidak bisa ambil satu nasehat untuk semua orang,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini