Terungkap RI Masih Impor Produk Pertanian

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 320 2308126 terungkap-ri-masih-impor-produk-pertanian-4xCqs1beqB.jpg Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyayangkan masih banyak produk-produk Indonesia yang masih impor. Padahal produk yang diimpor merupakan barang yang mudah yang seharusnya bisa diproduksi oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Salah satu contohnya adalah produk pertanian seperti cangkul yang masih impor. Tak hanya itu, peralatan kesehatan dan perkakas rumah tangga juga masih impor meskipun bisa diproduksi oleh para pelaku UMKM.

Baca Juga: Impor Sektor Industri Agro Ditargetkan Turun 20,54%

"Sampai sekarang kan masih banyak lah barang-barang konsumsi yang sepele, perkakas rumah tangga, alat-alat pertukangan, kayu, besi, termasuk juga alat-alat pertanian, alat-alat kesehatan itu masih impor padahal itu bisa disubstitusi oleh produk dalam negeri," ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (11/11/2020).

Oleh karena itu lanjut Teten, pemerintah terus mendorong penggunaan produk dalam negeri. Salah satu contohnya adalah dengan kebijakan 40% belanja pemerintah harus membeli produk UMKM.

"Saya kira kita ke depan kita fokus mana yang bisa kita sasar. Pemerintah sudah membuat kebijakan 40% belanja Kementerian dan Lembaga harus produk UMKM. Dan saya kira itu banyak belanja alat kesehatan, pertanian bisa disubstitusi oleh produk UMKM," jelasnya.

Tak hanya itu, saat ini juga BUMN sudah didorong untuk membeli produk-produk UMKM. Meskipun jumlah BUMN ini juga masih sangat sedikit karena hanya 9 perusahaan milik negara saja yang sudah memiliki komitmen.

"BUMN juga punya pasar produk BUMN yang pak Erick Thohir sudah perintahkan belanja 14 miliar untuk UMKM meskipun ini harus kita upayakan karena masih 9 BUMN," kata Teten.

Selain itu lanjut Teten, pemerintah juga tengah mengembangkan pelatihan kepada para pelaku UMKM untuk bisa beralih dari formal ke informal. Pelatihan diberikan untuk produk-produk yang mudah dibuat.

"Saya kira penting sekarang mengembangkan pelatihan untuk menghadapi transformasi dari formal ke informal. Pelatihan juga dari produk-produk sederhana, menengah enggak usah pilih-pilihlah," ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM. Tak hanya itu, masih banyak kemudahan lainya yang diberikan pelaku UMKM yang mana tertuang dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

"Dan yang kedua saya kira pendampingan kalau kemudahan sudah pasti lewat UU Cipta Kerja sudah kita berikan semua," kata Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini