BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta Cair Eh Ada Harbolnas, Belanja Enggak Nih?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 622 2307672 blt-subsidi-gaji-rp1-2-juta-cair-eh-ada-harbolnas-belanja-enggak-nih-LHHiyPHkPP.jpg Pencairan BLT Bertepatan dengan Harbolnas 11.11. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan memastikan pembayaran termin II Bantuan Langsung Tunai (BLT) dicairkan kemarin. Termin II merupakan penyaluran BSU untuk periode November-Desember bagi para penerima BLT di termin I.

Jumlah dana yang diberikan kepada pekerja denga upah di bawah Rp5 juta tetap sama, yakni Rp1,2 juta.

Ada yang menarik setelah pencairan BLT bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Kali ini diskon besar diberikan 11 November 2020 atau 11.11.

Baca Juga: Besok Harbolnas di Tengah Resesi, Siapa yang Berbelanja?

Lantas bijakah seorang pekerja menerima BLT tepat menggunakannya untuk berbelanja saat Harbolnas hari ini?

Menurut Perencana Keuangan dari OneShildt Rahma Mieta Mulia. itu adalah hal yang benar karena dapat meningkatkan konsumsi masyarakat di tengah Indonesia yang sedang terperoksok ke jurang resesi.

"Dengan begitu turut serta juga mendorong tingkat konsumsi Indonesia," kata Rahma kepada Okezone, Rabu (11/11/2020).

Baca Juga: Ada Harbolnas, Orang Kaya Bakal Buang Duit Lagi?

Tapi, dirinya mengimbau jangan karena sedang banyak penawaran diskon ketika Harbolnas, membelanjakan uang secara asal-asalan. Pasalnya, uang tersebut harus dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan.

"Bijak, kalau memang untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan ya," kata dia.

Sebelumnya, masyarakat bisa kembali merasakan diskon gede-gedean setiap ada tanggal yang sama dengan nomor bulan seperti 11.11. Namun sayang adanya diskon tersebut konsumsi masyarakat tidak kunjung membaik.

Peneliti Indef Nailul Huda mengatakan, salah satu masalah konsumsi masyarakat miskin tidak ditopang oleh acara diskon ini.

"Bagi mereka konsumsi kebutuhan pokok lebih penting dibandingkan diskon belanja online," sebut Huda, di Jakarta.

Maka dari itu, lanjut dia, harapannya adalah kelas menengah bisa memanfaatkan pesta belanja online ini untuk menggenjot konsumsinya. Namun perlu diingat, hal ini juga tidak mudah karena masyarakat kelas menengah pun menahan konsumsinya di tengah resesi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini