Kisah Pengusaha Coklat dan Petani Kakao Survive Hadapi Covid

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 455 2308509 kisah-pengusaha-coklat-dan-petani-kakao-survive-hadapi-covid-8OCJdbm8b3.png Kisah Sukses Dwi Murtuti Menjadi Pengusaha Cokelat. (Foto: Okezone.com/Daylife)

Dari bisnisnya yang dirintis, kini Dwi telah banyak membantu para petani kakao dan juga tetangganya yang tergabung dalam KWT Pawon Gendis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dwi menyerap hasil panen para petani guna dijadikan bahan baku dalam pembuatan coklat.

“Terus terkait bahan baku kami juga menjalin kerjasama dengan petani kakao dan sampai saat ini mampu memberi motivasi para petani kakao, yang dulu sempat tanamannya dianggap tidak mempunyai nilai, tidak menghasilkan dan sekarang saya dapat memberi motivasi untuk kembali merawat tanamannya, sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panennya,” ungkap Dwi.

Pemberdayaan yang dilakukan oleh Dwi memacu motivasi para petani lokal untuk lebih meningkatkan kualitas hasil panen kakaonya. Setidaknya ada 70 orang petani kakao lokal yang digandeng Dwi.

Adapun KWT Pawon Gendis yang menjadi wadah pemberdayaan, kebanyakan anggotanya adalah kaum perempuan, sebagai ibu rumah tangga dan petani. Hal ini menurutnya sebuah langkah yang tepat, karena dapat membantu perekonomian keluarga mereka.

“Latar belakanganya bermacam-macam, tapi pada dasarnya ibu rumah tangga, baik single parent maupun berkeluarga. Ketika kelompok Pawon Gendis ini bermanfaat dari segi ilmunya, dari segi kelembagaannya, ternyata turut meningkatkan perekonomian anggota kami,” jelas Dwi.

Dalam menjalin bisnisnya Dwi tak luput diterpa banyak cobaan. Di tengah kesuksesan tersebut, Dwi harus mengalami ujian hidup pada 2017 lalu. Usaha yang titi bersama masyarakat sempat berada di ujung tanduk. Beruntung, pada akhirnya Dwi tak perlu menutup usahanya lantaran mendapat tawaran pinjaman modal usaha dari Bank BRI.

“Waktu itu saya merasa sangat dirangkul oleh BRI. Bank ini cukup andil dalam peningkatan hidup saya, karena saya beli tanah yang akhirnya menjadi tempat tinggal dan tempat usaha saya itu ya melalui pinjaman BRI. Saya juga bisa membeli sepeda motor untuk permudah transportasi barang karena BRI,” ujarnya.

Sejak berhasil melalui ujian pada 2017 lalu, usaha Dwi dan teman-temannya kini masih berlanjut kendati dihadapkan penjualan yang menurun akibat dampak pandemi Covid-19. Namun Dwi tak patah asa.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini