JAKARTA - Jalan Tol Yogyakarta-Bawen segera dibangun pada Agustus 2021. Diharapkan proyek ini rampung kuartal III-2023.
Proyek tersebut pun dikerjakan konsorsium dari 5 perusahaan BUMN setelah memenangkan lelang. Konsorsium ini meliputi PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan porsi saham 60%, PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12,5%, PT Waskita Karya (Persero) Tbk 12,5%, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 12,5% dan PT Brantas Abipraya (Persero) 2,5%.
Baca Juga: Tol Yogyakarta-Bawen Dimulai, Menteri Basuki: Enggak Ada Lagi Seremoni
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, jalan Tol Yogyakarta-Bawen masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Proyek ini diusulkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada tanggal 7 Desember 2016 lalu
Adapun pelelangan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dimulai pada tanggal 25 November 2019. Penetapan pemenang, diumumkan pada tanggal 6 November 2020.
Baca Juga: Integrasi Tol Japek Layang, Tarif Naik Goceng Jadi Rp20.000
"Dilanjutkan review studi kelayakan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas pada tahun 2017. Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ditetapkan sebagai proyek strategis nasional melalui Peraturan Presiden nomor 58 tahun 2017 dan ditetapkan pula sebagai proyek infrastruktur prioritas melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tanggal 31 Agustus 2017," ujarnya dalam penandatangan PPJT secara virtual, Jumat (13/11/2020)
Sementara itu, Direktur Utama Jasamarga Jogja Bawen Mirza Nurul Handayani mengatakan, untuk menggarap proyek tersebut pihaknya menyiapkan dana Rp14,26 triliun. Nantinya jalan tol ini akan memiliki panjang 75,82 kilometer (km).
“Kami menyiapkan investasi Rp14,26 triliun, untuk membangun tol Yogya-Bawen sepanjang 75,82 km, nantinya akan terdiri dari 2x2 jalur berupa rigid pavement,” ucapnya.
Adapun, rinciannya adalah seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 Km. Kemudian Seksi 2 Banyurejo sampai Borobudur sepanjang 15,26 Km.