Kasus Investasi Bodong dan Gagal Bayar, Uang Nasabah Hilang Triliunan Rupiah

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 16 November 2020 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 320 2310161 kasus-investasi-bodong-dan-gagal-bayar-uang-nasabah-hilang-triliunan-rupiah-7am6KJ1yEt.jpg Kasus Investasi Bodong (Foto: Okezone)

JAKARTA - Belum usai kasus nasabah PT Bank Maybank Indonesia Tbk atau Maybank yang kehilangan dananya Rp20 miliar, kini muncul lagi masalah gagal bayar investasi di Indonesia. Kali ini kasus ini menimpa nasabah PT Indosterling Optima Investa (IOI).

Perkara ini merupakan gagal bayar untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN). Produk investasi ini menjanjikan imbal hasil 9% hingga 12% setiap tahunnya.

Baca Juga: Bos OJK: Lindungi Masyarakat dari Investasi Bodong 

Pengacara sejumlah nasabah IOI yang berinisial A mengatakan PT IOI menghimpun dana sejak 2018-2019 dengan menjual produk High Yiel Promisory Note dengan bunga mulai dari 9%-12%.

"Namun bulan April 2020 mulai gagal bayar," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/11/2010).

Para nasabah baru tahu produknya tidak memiliki izin menghimpun dana dari Otortas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Padahal di dalam perjanjiannya pada pasal 6 huruf e dikatakan.

"Mereka memiliki segala jenis izin yang diperlukan termasuk dari lembaga keuangan," katanya.

 

Pengacara dari Kantor Hukum Eternity Global Lawfirm ini menaungi 58 nasabah IOI dengan total kepemilikan dana di produk investasi HYPN sebesar Rp 95 miliar.

"Oleh sebab itu dengan berdasarkan hal tersebut, melalui kami, 58 orang nasabah dengan kerugian mencapai Rp95 miliar," katanya.

Namun, secara total, ada sekitar 1.800 nasabah yang tercatat dalam PKPU Indosterling. Jumlah tagihan produk HYPN Indosterling pada PKPU tersebut mencapai Rp1,99 triliun.

Beberapa waktu sebelumnya, persoalan Indosterling sejatinya telah diselesaikan dengan penetapan homologasi atas permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Homologasi tersebut sudah ditetapkan sejak 2 September 2020 lalu, di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini