Share

Penguatan Rupiah di Tangan Joe Biden dan Vaksin Pfizer

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 16 November 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 320 2310195 penguatan-rupiah-di-tangan-joe-biden-dan-vaksin-pfizer-Y2nbCmQ6qM.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sentimen Joe Biden dan vaksin Pfizer masih akan mempengaruhi gerak nilai tukar Rupiah di pekan ini walaupun efeknya tidak seperti pekan kemarin. Selain itu perhatian juga akan tertuju pada rilis data transaksi berjalan (current account) yang diprediksi akan mencatat surplus untuk pertama kalinya dalam 9 tahun terakhir.

Surplus current account ini harusnya menjadi kabar bagus, tetapi pertanyaannya apakah surplus tersebut bisa dipertahankan ke depannya, mengingat surplus dicatat akibat impor yang anjlok tajam. Demikian seperti dikutip laporan treasury MNC Bank, Jakarta, Senin (16/11/2020).

Baca Juga: Tekan Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp14.120 per USD 

Kemerosotan impor terjadi akibat resesi yang dialami Indonesia, artinya jika perekonomian mulai pulih, impor kemungkinan akan meningkat lagi, tentunya current account akan mengalami defisit kembali.

Rupiah pada hari ini diperkirakn bergerak di level Rp14.150 per USD-Rp14.250 per USD.

 Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD

Sebelumnya, pada Jumat (13/11/2020) berdasarkan data Bloomberg, Rupiah ditutup sama seperti penutupan sehari sebelumnya pada posisi Rp14.170 per USD. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di level Rp14.222 per USD melemah 35 poin atau 0,25%. Sementara dollar index melemah 0,208 poin atau 0,22% ke level 92,755.

Pekan kemarin, imbas kemenangan Biden dianggap menguntungkan negara-negara emerging market seperti Indonesia. Sebab perang dagang AS-China kemungkinan akan berakhir atau setidaknya tidak memburuk. Selain itu, stimulus fiskal yang akan digelontorkan juga akan lebih besar ketimbang yang akan digelontorkan pada saat pemerintahan Trump dan Partai Republiknya.

Di awal pekan lalu juga, Pfizer perusahaan asal AS, yang berkolaborasi dengan BioNTech asal Jerman, mengumumkan vaksin buatannya efektif menangkal Covid-19 hingga lebih dari 90% tanpa efek samping yang berbahaya. Kabar vaksin virus corona dari Pfizer tersebut membuat pelaku pasar semakin ceria, hingga mengalirkan investasi ke negara-negara emerging market dengan imbal hasil tinggi seperti Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini