Ekspor Logam Mulia hingga Perhiasan Anjlok 20%

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 16 November 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 320 2310396 ekspor-logam-mulia-hingga-perhiasan-anjlok-20-FmRcGYPINF.jpg Ekspor Logam Mulia dan Perhiasan Turun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan ekspor dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun ekspor Indonesia pada Oktober mencapai USD14,39 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, salah satu komoditas yang meningkat paling signifikan adalah lemak minyak nabati dengan kenaikan mencapai USD188 juta atau sekitar 10,96%.

Baca Juga: Penyumbang Ekspor USD14,39 Miliar, dari Industri Pengolahan hingga Tambang

"Komoditas paling meningkat adalah lemak minyak dan hewan nabati HS15 terjadi peningkatan sebesar USD188,1 juta," ujarnya dalam paparan virtual, Senin (16/11/2020).

Kemudian komoditas lain yang juga mengalami peningkatan USD167,1 juta adalah bahan bakar mineral dengan nilai ekspor USD1.231 miliar . Kemudian ada juga komoditas bijih, perak dan logam yang meningkat USD87,7 juta atau setara 29,14% menjadi USD388,9 juta.

Baca Juga: Ekspor RI Turun Tipis Jadi USD14,39 Miliar

Tempat selanjutnya ada ekspor alas kaki yang juga mengalami peningkatan sebesar USD82,6 juta menjadi USD408,7 juta. Selanjutnya ada ekspor mesin dan perlengkapan elektrik yang meningkat USD59,7 juta atau setara kenaikannya sebesar 7,07% menjadi USD904,3 juta.

"Kemudian beberapa komoditas lain, bahan bakar mineral, biji perak, alas kaki, mesn dan perlengkapan elektrik terjadi peningkatan terbesar," jelasnya.

Sementara itu, untuk komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah logam mulia, perhiasan atau permata. Komoditas ini mengalami penurunan sebesar USD188,1 juta menjadi USD150 juta atau sekitar 20,34% penurunannya.

Selain itu, ada komoditas pakaian dan aksesorisnya yang bukan rajutan yang mengalami penurunan USD85,8 juta menjadi USD232,6 juta. Kemudian komoditas pupuk yang juta mengalami penurunan nilai ekspor USD67,1 juta menjadi USD17,1 juta.

Kemudian ada ekspor kapal, perahu dan strukturnya dengan penurunan ekspor mencapai USD32,2 juta menjadi USD1,7 juta. Dan terakhir ada pakaian dan aksesorisnya (rajutan) yang mengalami penurunan ekspor sebesar USD25,7 juta menjadi USD291,9 juta.

"Selain ada peningkatan terbesar terkait ekspor non migas juga beberapa komoditas juga mengalami penurunan yang terbesar utamanya logam mulia, perhiasan permata," jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini