Resesi, Upah Buruh Tani Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 16 November 2020 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 320 2310627 resesi-upah-buruh-tani-turun-vEFtVfu6Gi.jpg Upah Riil Buruh Tani Turun. (Foto: Okezone.com/Bulog)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan rata-rata upah riil buruh tani secara nasional turun sebesar 0,15% di Oktober 2020 menjadi Rp52.755 per hari. Padahal pada bulan lalu, upah rill dari buruh tani mencapai Rp52.837 per hari.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, upah nominal harian buruh tani nasional pada bulan lalu hanya naik 0,09% dibandingkan bulan sebelumnya. Di mana pada bulan lalu, upah dari buruh tani mencapai Rp 55.719 per hari menjadi Rp 55.766 per hari.

Baca Juga: Indonesia Resmi Resesi, Upah Buruh Turun 5,1%

“Untuk upah riil buruh tani mengalami penurunan 0,15% dan nominalnya naik 0,09%,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (16/11/2020).

Rata-rata upah riil buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Oktober 2020 juga mengalami penurunan 0,05% menjadi Rp86.514 per hari. Sedangkan upah nominal buruh bangunan pada bulan lalu naik 0,02% menjadi Rp 90.771 per hari.

Baca Juga: Upah Buruh Tani hingga Tukang Pangkas Rambut Naik

Untuk upah riil buruh potong rambut wanita per kepala pada Oktober 2020 juga mengalami penurunan 0,07% menjadi Rp 27.312. Sementara upah nominalnya tetap Rp 28.656 per kepala.

Sementara itu, rata-rata upah riil asisten rumah tangga di Oktober 2020 mengalami penurunan juga sebesar 0,07% menjadi Rp 400.216 per bulan. Sementara upah nominalnya tetap Rp 419.906 per bulan.

Upah nominal buruh atau pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. Sementara upah riil buruh atau pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan atau upah yang diterima buruh atau pekerja.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini