Indonesia Resmi Resesi, Upah Buruh Turun 5,1%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304866 indonesia-resmi-resesi-upah-buruh-turun-5-1-a18VVnXQRd.jpg Upah Buruh Turun Selama Pandemi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata upah buruh setahun terakhir turun 5,18% dari Rp2,91 juta menjadi Rp2,76 juta. Penurunan tertinggi pada kategori penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 17,25% .

Rinciannya, rata -rata upah buruh pada Agustus 2020 sebesar 2,76 juta rupiah per bulan.

Baca Juga: UMP 2021 Tak Naik, Siap-Siap Bakal Ada PHK Massal

"Rata-rata upah buruh berpendidikan universitas sebesar Rp4,24 juta, sedangkan buruh berpendidikan SD ke bawah sebesar Rp1,65 juta," kata Kepala BPS Suhariyanto, dalam video virtual, Kamis (5/11/2020)

Adapun sebagian besar provinsi yang mengalami penurunan upah buruh tertinggi adalah provinsi Bali sebesar 17,91% , disusul Kepulauan Bangka Belitung sebesar 16,98%, dan Nusa Tenggara Barat sebesar 8,95% .

Baca Juga: 5 Gubernur Naikkan UMP 2021, Kemnaker: Jangan Cuma Selembar Kertas

Sementara itu, provinsi besar seperti Jawa Barat Jawa Tengah dan Jawa Timur upah buruhnya juga tercatat turun masing-masing sebesar 7,41%, 4,77%, dan 3,87%.

"Di samping itu, menurut lapangan pekerjaannya, rata-rata upah tertinggi terjadi di kategori pertambangan dan penggalian yaitu sebesar Rp4,48 juta. Terendah di kategori jasa lainnya seperti pekerja salon, buruh cuci, asisten rumah tangga sebesar Rp1,69 juta," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini