Menko Luhut ke AS, Bertemu Siapa Saja?

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 320 2311457 menko-luhut-ke-as-bertemu-siapa-saja-iFU5GZFVGk.jpg Menko Luhut dan Donald Trump (Foto: Kemenko Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan social gathering dengan para tokoh dari Partai Republik dan Demokrat di Amerika Serikat.

"Pertemuan hari ini menurut saya luar biasa, karena tidak saya duga begitu baik respons dari pertemuan-pertemuan sepanjang hari ini, baik di World Bank, IMF, Asia Group, maupun tadi dengan USTR yang menjadi pokok kunjungan kita. Dan yang terakhir makan malam ini, bahwa yang hadir itu betul-betul mencerminkan kehadiran dari kedua partai, dan kita betul-betul berkawan” ujar Menko Luhut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/11/2020).

 Baca juga: Beda Kebijakan Joe Biden dan Trump di Bidang Ekonomi

Menko Luhut juga bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam foto dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan investasi keduanya tampak tersenyum.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan didampingi oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri BUMN II, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, dan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional telah melakukan serangkaian kegiatan di Washington DC Amerika Serikat.

 Baca juga: Joe Biden Jadi Presiden AS, Strategi Diplomasi Ekonomi RI Perlu Dirancang Ulang

Menko Luhut bertemu dengan CEO Conservation International M. Sanjayan, Managing Director International Monetary Fund Kristalina Georgieva, President of World Bank David Malpass dan United States Trade Representatives (USTR) Robert Lighthizer. Bahkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam pertemuan dengan CEO CI dibahas mengenai peluang co-funding bersama dengan mitra swasta untuk program konservasi dan restorasi untuk kredit karbon baik di kawasan pesisir dan darat. Sanjayan mengakui bahwa Brazil, Republik Demokratik Kongo, dan Indonesia merupakan negara kunci karena aset hutan yang dimiliki. Dia menyebut Indonesia sebagai yang terbaik menangani aset tersebut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini