Sedih, Indonesia Termasuk 7 Negara Penjual BBM Tak Ramah Lingkungan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 320 2311664 sedih-indonesia-termasuk-7-negara-penjual-bbm-tak-ramah-lingkungan-xLBBCwzkQr.jpg RI Masih Jual BBM Tidak Ramah Lingkungan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Vice President Promotion and Marketing Communication Pertamina Dholly Arifun Dhalia menyebutkan ada tujuh negara di dunia yang masih menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan RON kurang dari 90, atau bisa disebut sebagai BBM yang tidak ramah lingkungan.

Indonesia pun termasuk di dalam tujuh negara yang masih menjual BBM tidak ramah lingkungan itu, selain negara-negara seperti Colombia, Mesir, Ukraina, Uzbekistan, Mongolia, dan Bangladesh.

Baca Juga: Premium di Jawa-Bali Bakal Hilang, Komisi VII Setuju tapi...

"Masa iya kita setara dengan Bangladesh atau Colombia? Jadi sebenarnya ini adalah informasi yang menyedihkan," kata Arifun dalam video virtual, Rabu (18/11/2020)

Selain itu, di antara 10 negara sekitar, Indonesia adalah negara yang paling banyak menjual varian produk BBM. Padahal, Arifun memastikan bahwa di banyak negara tetangga, jumlah maksimum dari jenis BBM paling banyak hanya dua atau tiga jenis saja.

Baca Juga: Premium Dihapus, Harga Pertalite Jadi Murah

"Jadi kira-kira ke depannya kita itu memang harus melakukan perbaikan dari jumlah varian BBM yang akan dijual di Indonesia," ujar Arifun.

Karena itu, Arifun mengakui bahwa wacana peniadaan Premium dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih baik, sebenarnya juga didukung oleh Pertamina. Apalagi, Arifun mengaku bahwa sempat ada citra yang kurang baik dari Premium itu sendiri di masa lampau.

"Kalau kita mundur dari sisi sejarah, kita tahu itu dulu ada Premium yang menggunakan timbal. Seolah-olah bahwa kita semua, atau kita Pertamina sebagai vendornya pemerintah, kok menjual produk yang meracuni bangsa sendiri?" ujar Arifin.

Oleh sebab itu, lanjut Arifun, akhirnya Pertamina pun mengubah produk tersebut dengan BBM yang bukan timbal. Kemudian seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan lagi dalam hal produksi BBM di Pertamina, yang berhasil dilakukan melalui kilang Balongan.

Di mana, kilang Balongan itu adalah salah satu kilang yang dapat memproduksi BBM dengan Ron yang sangat tinggi, sehingga tidak perlu lagi ada peningkat octan number-nya.

"Jadi pas keluar dari kilangnya itu sudah langsung tinggi oktan BBM-nya," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini