PLN Dapat PMN Rp5 Triliun, Begini Penyalurannya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 320 2311690 pln-dapat-pmn-rp5-triliun-begini-penyalurannya-siqwUwfyPK.JPG PLN (Okezone)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) mencatat pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2021 kepada pemerintah sebesar Rp5 triliun. Anggaran itu akan digunakan sebagai capital expenditure (Capex) sejumlah proyek perseroan.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, Capex tersebut untuk proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit energi baru terbarukan (EBT), serta menunjang program listrik desa (lisdes).

 Baca juga: Dikasih Modal Negara Rp5 Triliun, PLN Baru Gunakan 60%

"Dapat kami sampaikan bahwa PMN Tahun Anggaran 2021 dipergunakan untuk pembiayaan belanja modal untuk proyek-proyek di sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit EBT atau energi terbaru dan terbarukan, dan menunjang program listrik desa," kata Zulkifli dalam RDP bersama Komisi XI DPR, Rabu (18/11/2020).

Rinciannya adalah Rp2 triliun untuk transmisi dan gardu induk. Rp3 triliun untuk distribusi termasuk pembangkit energi baru terbarukan, dan penunjang listrik desa.

 Baca juga: PLN Kantongi Rp721 Juta/Hari dari Jaringan Transmisi Pondok Indah-Tangsel

Sementara untuk estimasi PMN 2021, perseroan juga mencatat, untuk regional Sumatera-Kalimantan sebesar 37 persen. Regional Jawa-Madura-Bali 28 persen, dan regional Sulawesi-Maluku-NTT-Papua sebesar 34 persen.

Untuk diketahui, dalam rentang waktu antara 2015-2020 nilai PMN yang telah diperoleh oleh PLN mencapai 64,05 persen untuk pembangunan transmisi dan gardu induk, pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT. Sementara, Sementar sektor distribusi listrik desa mencapai 35,95 persen.

"Dari nilai PMN tersebut dari rentan waktu 2015 sampai 2020 alokasi total untuk sektor konstruksi seperti pembangunan transmisi dan gardu induk serta pembangkit baik energi baru terbarukan dan non EBT adalah 64,05 persen. Sementar sektor distribusi lisdes mencapai 35,95 persen," ujar dia.

Rinciannya adalah PMN 2015 sebesar Rp5 triliun terserap 100 persen pada proyek pembangkit transmisi dan gardu induk. Kedua, PMN 2016 sebesar Rp23,56 triliun terserap 100 persen pada proyek pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan.

Ketiga, PMN 2019 sebesar Rp6,5 triliun terserap 87,3 persen pada proyek transmisi, gardu induk, dan distribusi listrik pedesaan. Dan terakhir, PMN 2020 sebesar Rp5 triliun, realisasi hingga Oktober 2020 sebesar 60 persen pada proyek pembangkit transmisi dan distribusi listrik desa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini