Share

Dulu Miskin, Ini Rahasia Korsel Jadi Negara Maju

Ferdi Rantung, Sindonews · Rabu 18 November 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 320 2311706 dulu-miskin-ini-rahasia-korsel-jadi-negara-maju-QNNQLmG0Zg.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa pada tahun 1950-an Indonesia dan Korea Selatan sama-sama menjadi negara termiskin di dunia. Namun, Korea selatan lebih cepat bertransformasi menjadi negara maju dibandingkan dengan Indonesia.

Baca Juga: Sri Mulyani Dilema Hadapi Krisis Ekonomi akibat Corona

"Pada pertengahan 1970-an, Indonesia naik berpredikat negara berpendapatan rendah dan Korsel menjadi negara berpendapatan menengah. Dan pada 1990-an, Indonesia menjadi middle income country namun Korsel sudah menjadi menjadi negara maju," katanya dalam seminar nasional secara virtual, Rabu (18/11/2020).

Bambang menuturkan, meski Indonesia memiliki kekayaan alam yang paling beragam, namun tidak membuat negara ini menjadi kaya dan maju. Menurutnya, Indonesia hanya mengandalkan jualan alam saja yang tidak memiliki nilai tambah.

Sedangkan Korea Selatan, melakukan kegiatan ekonomi yang berbasis pada inovasi dan riset. Tak hanya itu, Korsel juga melakukan peningkatan dalam sumber daya manusia (SDM).

"Jika kita ingin keluar dari jebakan middle income country maka harus melakukan lompatan seperti Korea Selatan," terangnya

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia menambahkan, agar Indonesia menjadi high income country pada 2045 harus mengandalkan ekonomi berbasis inovasi. Selain itu, kualitas SDM yang ada harus segera ditingkatkan.

"Jadi strategi 25 tahun ke depan maka kita harus mempersiapkan ekonomi berbasis inovasi. Jangan hanya berbasis sumber daya alam yang terbatas pada menggali tanah mengangkut dan menjualnya. Meski menarik dan menghasilkan penerimaan secara segera, tapi tidak menciptakan nilai tambah," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini