PLN Disuntik Rp1 Triliun, Dirut: Serap 14.048 Tenaga Kerja

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 320 2311710 pln-disuntik-rp1-triliun-dirut-serap-14-048-tenaga-kerja-PGIAMkXdLP.jpg Listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima perseroan akan memberikan multiplier effect bagi sektor sosial dan ekonomi nasional. Setidaknya, tercatat Rp1 triliun PMN akan memberikan mampu menyerap 14.048 tenaga kerja dalam negeri.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini juga merinci multiplier effect juga terjadi bagi output nasional dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Di mana, Rp1 triliun PMN mampu menyumbangkan output nasional sebesar 2,69%, PDB Rp1,41 triliun.

Baca Juga: PLN Kantongi Rp721 Juta/Hari dari Jaringan Transmisi Pondok Indah-Tangsel

Dia bilang, catatan ini merupakan hasil riset kerja sama antara PLN, Konsultan, dan perguruan tinggi di Indonesia.

"PT PLN (Persero) telah melakukan kerja sama dengan konsultan dan perguruan tinggi telah melakukan kajian dampak sosial dan ekonomi atas penambahan PMN. Dengan kesimpulan bahwa pembangunan beberapa proyek oleh PLN yang dibantu oleh PMN memiliki pengaruh yang positif atau memiliki development impact, di mana Rp1 triliun PMN memberikan dampak multiplier effect terhadap output nasional 2,69% di antaranya, terhadap PDB Rp1,41 triliun dan penyerapan sekitar 14.480 tenaga kerja," ujarnya dalam RDP, Rabu (18/11/2020). Sementara, total PMN yang telah diberikan dari 2015-2019 menpai Rp35,06 triliun, sehingga dampaknya adalah penyerapan tenaga kerja mencapai 492.535 orang.

"Dengan fasilitas PMN 2015-2019 Rp35,06 triliun mampu menciptakan output nasional Rp94,33 triliun di mana PDB Rp49,39 triliun dan penyerapan tenaga kerja 492.535 orang," katanya.

Untuk Tahun Anggaran 2021, pemerintah akan mengalokasikan PMN kepada PLN senilai Rp5 triliun. Anggaran itu akan digunakan sebagai capital expenditure (Capex) sejumlah proyek perseroan.

Zulkifli mengatakan, Capex tersebut untuk proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit energi baru terbarukan (EBT), serta menunjang program listrik desa (lisdes).

"Dapat kami sampaikan bahwa PMN Tahun Anggaran 2021 dipergunakan untuk pembiayaan belanja modal untuk proyek-proyek di sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa, pembangkit EBT atau energi terbaru dan terbarukan, dan menunjang program listrik desa," katanya.

Rinciannya adalah Rp2 triliun untuk transmisi dan gardu induk. Rp3 triliun untuk distribusi termasuk pembangkit energi baru terbarukan, dan penunjang listrik desa.

Sementara untuk estimasi PMN 2021, perseroan juga mencatat, untuk regional Sumatera-Kalimantan sebesar 37%. Regional Jawa-Madura-Bali 28%, dan regional Sulawesi-Maluku-NTT-Papua sebesar 34%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini