Boeing 737 Max Dikabarkan Dapat Izin Terbang, Bos Garuda Senang

Ichsan Amin, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312191 boeing-737-max-dikabarkan-dapat-izin-terbang-bos-garuda-senang-DhVam56e9c.jpg Boeing 737 Max Dikabarkan Segera Mendapat Izin Terbang Kembali. (Foto: Okezone.com/Koran Sindo)

JAKARTA - Perlahan tapi pasti sektor penerbangan mulai bangkit dan keluar dari masa pemulihan sejak pandemi Covid-19 menyerang Tanah Air. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku senang mendengar keluarnya pernyataan dari regulator penerbangan Amerika Serikat terkait pesawat 737 Max.

Pesawat Boeing tersebut dikabarkan segera mendapat izin mengudara kembali dari otoritas penerbangan Amerika Serikat FAA setelah hampir 2 tahun dilarang terbang akibat cacat perangkat.

Baca Juga: Target Erick Thohir Keuangan Garuda Akan Tumbuh Gila-gilaan

Namun begitu, Garuda Indonesia masih perlu memastikan kabar tersebut. “Ini tentu kabar bahagia. Kita tunggu aja dari FAA,” ujarnya dihubungi di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Irfan menjelaskan, Garuda Indonesia mengoperasikan satu pesawat 737 Max ke Amerika Serikat. “Kita mengoperasikan satu pesawat ke sana,” ucapnya.

Boeing akan mendapatkan persetujuan dari FAA pada Rabu (18/11/2020) waktu setempat untuk menerbangkan kembali jajaran 737 Max-nya, seperti dikutip dari Reuters.

Bos FAA Steve Dickson diperkirakan akan menandatangani pencabutan larangan terbang Boeing Max dan badan tersebut akan merilis arahan kelayakan terbang.

Baca Juga: DPR Dukung Empat Klaster Holding Pariwisata dan Pemisahan Anak Usaha BUMN

Langkah FAA ini diperkirakan akan diikuti regulator penerbangan di berbagai negara, seperti Eropa, Brasil, dan China. Mereka juga harus mengeluarkan persetujuan serupa sehingga Boeing Max bisa digunakan lagi di negara masing-masing.

Pesawat yang biasa digunakan sebagai pengangkut berbiaya rendah ini dikandangkan di seluruh dunia sejak 20 bulan lalu. Ini merupakan waktu grounding terlama dalam sejarah penerbangan komersial dunia.

Pemicunya dua pesawat 737 Max 8 yang digunakan Lion Air jatuh Laut Jawa pada Oktober 2018 disusul dengan Ethiopian Airlines 5 bulan kemudian. Dua kecelakaan itu menewaskan 346 orang. 

Sebagai informasi, Kepala Eksekutif Boeing David Calhoun menyalahkan pendahulunya atas krisis pesawat 737 MAX. Di mana, Boeing 737 Max masih dilarang terbang setelah dua kecelakaan mematikan.

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Calhoun, yang telah lama menjadi anggota dewan direktur Boeing, mengatakan kepada harian New York Times, masalah Boeing bahkan lebih besar daripada yang ia perkirakan. Calhoun mengambil alih sebagai Kepala Eksekutif pada 13 Januari.

Dia mengatakan pendahulunya, Dennis Muilenburg menggenjot rencana produksi Boeing terlalu cepat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini