Masih Banyak Pabrik Tutup, Ekonomi RI Perlu Diperbaiki

Rina Anggraeni, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 320 2313880 masih-banyak-pabrik-tutup-ekonomi-ri-perlu-diperbaiki-sOunIpKBt5.jpg Indonesia Terancam Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus, namun ekonomi masih perlu perbaikan untuk ke luar dari resesi. Belum lagi masih banyak pabrik yang ternyata masih tutup.

Ekonom Indef Nailul Huda mengatakan, ekonomi Indonedia perlu diperbaiki. Meskipun neraca dagang surplus masih mencatatkan surplus.

Baca Juga: Menko Perekonomian Airlangga: Tren Membaik, Sektor Swasta Didorong Optimistis Kembali Berinvestasi

"Artinya, keadaan ini menunjukkan kegiatan ekonomi di Indonesia masih jauh dari kata baik. Banyak pabrik-pabrik yang belum produksi secara optimal. Masih banyak pabrik yang tutup. Makanya ekonomi Indonesia perlu perbaikan," kata Huda, di Jakarta, Minggu (22/ 11/2020).

Kata dia, surplus neraca dagan yang terjadi saat ini lebih banyak disebabkan oleh merosotnya impor yang terlalu tajam. Ekspor naik bulanan, namun secara tahunan kita masih minus.

Baca Juga: Indonesia Resesi, Jokowi: Sangat Sulit

"Secara yoy dan mtm, impor kita menurun secara drastis. Secara yoy impor kita turun hingga -26,93%. Sedangkan secara mtm imporkita turun hingga minus 6,79%. Berdasarkan jenis barang," katanya.

Dia menambahkan, impor untuk barang modal merosot hingga minus 284,5% (yoy) dan minus 13,33% (mtm).

"Sedangkan bahan baku merosot sangat tajam di angka minus 415,7% (yoy) dan minus 5% (mtm),"t andasnya.

Pemerintah harus mendorong konsumsi kelas menengah dan atas untuk beberlanja. Tujuannya memperbaiki aktivitas ekonomi Indonesia dan keluar dari jurang resesi di akhir tahun ini.
Apalagi, ekonomi Asean sudah terjadi pembalikan arah dengan pertumbuhan kinerja ekspor yang positif 8,45%.
"Ini kabar baiknya ada pemulihan ekspor yang lebih cepat, Kita berharap ada perbaikan kualitas surplus perdagangan pada akhir tahun tersisa," ujar Ekonom Indef Bhima Yudistira

Sementara itu, pemerintah harus mendorong konsumsi kelas menengah dan atas untuk beberlanja. Tujuannya memperbaiki aktivitas ekonomi Indonesia dan keluar dari jurang resesi di akhir tahun ini.

Apalagi, ekonomi Asean sudah terjadi pembalikan arah dengan pertumbuhan kinerja ekspor yang positif 8,45%.

"Ini kabar baiknya ada pemulihan ekspor yang lebih cepat, Kita berharap ada perbaikan kualitas surplus perdagangan pada akhir tahun tersisa," ujar Ekonom Indef Bhima Yudistira

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini