Daftar Kenaikan UMK Jatim, Paling Tinggi Surabaya Rp4,3 Juta

Ihya' Ulumuddin, Jurnalis · Senin 23 November 2020 08:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 320 2314197 daftar-kenaikan-umk-jatim-paling-tinggi-surabaya-rp4-3-juta-WLw4ezVgrS.jpeg Gaji (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Upah Minimum Kota (UMK) ditetapkan naik Rp100.000 untuk lima daerah di ring satu di Jawa Timur (Jatim). Penetapan UMK tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188/538/KPTS/013/2020 tentang UMK 2021 Jatim. Kelima daerah tersebut yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Pasuruan. Sementara 11 daerah lainnya tetap dan 22 kabupaten/kota lainnya naik bervariasi.

Dari lima daerah ring satu, Kota Surabaya masih menjadi daerah dengan UMK tertinggi, yakni Rp4.300.479. Kemudian Kabupaten Sidoarjo Rp4.293.581 4; Kabupaten Mojokerto Rp4.279.787; Kabupaten Pasuruan Rp4.290.133; dan Kabupaten Gresik Rp4.297.030.

Baca Juga: Indonesia Resmi Resesi, Upah Buruh Turun 5,1%

Sekdaprov Jaatim Heru Tjahjono mengatakan, besaran UMK untuk 38 kabupaten/kota di Jatim telah disepakati pemerintah provinsi serta perwakilan buruh dan pengusaha. Karena itu dia berharap, besaran UMK tersebut diterima semua pihak.

“Kemarin, sampai malam Pak Fauzi dan Pak Johnson juga Pak Kadisnaker rapat sampai malam, bagaimana supaya UMK ini bisa diterima semua pihak, baik Apindo maupun SPSI,” kata Heru saat pengumuman UMK, Minggu (22/11/2020) malam.

ump

Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo mengatakan, sesuai usulan pemerintah kabupaten/kota, beberapa daerah tidak menaikkan UMK (tetap). Sedangkan beberapa daerah lainnya menaikkan dengan bersaran bervariasi.

“Ada yang naik Rp25.000 ada yang Rp50.000 dan ada yang Rp100.000. Ada lima kabupaten/kota ring satu Jatim yang UMK-nya naik Rp100.000,” katanya.

Untuk 11 daerah yang UMK-nya tetap seperti 2020 yakni Kabupaten Jombang, Tuban, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Bangkalan, Nganjuk, Sumenep, Kota Madiun, dan Kabupaten Sampang. Adapun untuk kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Rp50.000 yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Bojoneoro, Kota Blitar dan Kabupaten Blitar.

Sedangkan untuk daerah yang mengalami kenaikan UMK Rp25.000 ada 10 kabupaten/kota, yakni Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Trenggalek, Situbondo, Pamekasan, Ponorogo, Magetan.

“Sisanya ada sejumlah daerah yang mengalami rasionalisasi kenaikan UMK 2021 oleh Ibu Gubernur,” ujuarnya.

Daerah yang mengalami rasionalisasi itu antara lain Kota Malang naik Rp75.000, Lamongan naik Rp65.000, Tulungagung naik Rp51.000. Kemudian Pacitan dan Ngawi naik Rp47.000, Kabupaten Madiun naik Rp38.000 dan Kota Probolinggo naik Rp30.000.

“Saya ingin sampaikan proses kenaikan ini selain mempertimbangkan masukan dewan pengupahan, Ibu Gubernur secara pribadi juga melakukan dialog-dialog dengan bupati/wali kota. Selain itu juga mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dikonsultasikan dengan BPS (Badan Pusat Statistik) Jatim,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini