UMK 2021 di Banten Naik 1,5%, Buruh Tak Terima dan Kecewa Berat

Isty Maulidya, Jurnalis · Senin 23 November 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 320 2314374 umk-2021-di-banten-naik-1-5-buruh-tak-terima-dan-kecewa-berat-8aoMU2FufJ.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

TANGERANG - Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Banten telah ditetapkan naik sebesar 1,5% untuk tahun 2021. Surat mengenai kenaikan UMK tersebut juga telah ditandatangani oleh Gubernur Banten Wahidin Halim pada 20 November 2020 lalu. Namun kenaikan UMK tersebut rupanya ditolak oleh buruh di Tangerang.

Presidium Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) Dedi Sudrajat mengambil bahwa para buruh tidak terima dan merasa kecewa dengan kenaikan yang hanya sebesar 1,5%. Penolakan ini dikarenakan jumlah yang disetujui tidak sesuai dengan usulan dewan pengupahan.

"Ya, besaran UMK tahun 2021 sudah diketuk. Tapi kami tidak terima dan kecewa," ujar Dedi pada Senin (23/11/2020).

Baca Juga: Daftar Kenaikan UMK Jatim, Paling Tinggi Surabaya Rp4,3 Juta

Dedi menjelaskan bahwa jumlah yang disetujui terlalu jauh dari Dewan Pengupahan Banten yang mengusulkan sebesar 3.3%. Sementara jumlah yang disetujui hanyalah setengah dari jumla yang diusulkan.

"Kami menolak karena terlalu jauh dari usulan dewan pengupahan Provinsi Banten unsur serikat pekerja sebesar 3.33%," jelasnya.

Para buruh juga akan menentang keputusan ini dengan melakukan demo ke kantor Gubernur Banten agar keputusan mengenai kenaikan UMK dapat direvisi. Rencana aksi sendiri diketahui aja dilakukan esok hari.

"Kami akan demo ke kantor Gubernur untuk menyatakan ketidaksetujuan. Aksi akan dilaksanakan pada Selasa 24-November 2020," pungkasnya.

Buruh Kembali Gelar Aksi Menuntut Kenaikan Upah Tahun 2021

Sementara itu, kenaikan UMK tahun 2021 tertuang dalam surat Kepgub Banten Nomor 561/Kep.272-Huk/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Banten yang ditandatangani Gubernur Banten Wahidin Halim pada 20 November 2020.

Adapun besaran UMK 2021 yang naik 1,5% tersebut di antaranya Kabupaten Pandeglang Rp2.800.292,64, Kabupaten Lebak Rp2.751.313,81, Kabupaten Serang Rp4.215.180,86, Kabupaten Tangerang Rp4.230.792,65, Kota Tangerang Rp4.262.015,37.

Sedangkan Kota Tangerang Selatan Rp4.230.792,65, Kota Serang Rp3.830.549,10, dan Kota Cilegon Rp4.309.772,64.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini