Survei Membuktikan 84% Peserta Kartu Prakerja Mengaku Puas

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 23 November 2020 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 320 2314632 survei-membuktikan-84-peserta-kartu-prakerja-mengaku-puas-FJ8uoCofAx.jpg Kartu Prakerja (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa para peserta Program Kartu Prakerja mengaku puas atas pelatihan yang diberikan. Hal ini menepis anggapan dari banyak kalangan yang menilai pelatihan online dari pemerintah ini tidak berkualitas.

"Hasil survei internal, di mana 84% mengatakan puas atas pelatihan peningkatan kompetensi, baik skilling, reskilling, maupun upskilling, hasil survei ini mengindikasikan manfaat program yang nyata dan sekaligus menepis anggapan bahwa pelatihan online tidak berkualitas," kata Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam Webinar "Survei BPS Bicara Tentang Kartu PraKerja", Senin (23/11/2020).

 Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 11 Cari 400 Ribu Peserta, Begini Ceknya

Ia menambahkan, program ini juga mendapatkan rating 4,9 dari skala 5. Sehingga dapat dikatakan peserta puas pelatihan yang diambilnya.

Tak hanya itu, dirinya menilai bahwa masyarakat sangat antusias dengan program Kartu Prakerja. hal itu dapat terlihat dari jumlah yang mendaftar dalam kartu Prakerja ini.

 Baca juga: PNS Palsukan Data Biar Ikut Kartu Prakerja Bisa Dipecat hingga Dipenjara

"Pendaftar kartu Prakerja sudah mencapai 43 juta orang. Jumlah pendaftaran yang sangat tinggi ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dan program kartu Prakerja mudah sekali diakses oleh masyarakat, serta sistem manajemen pelaksana yang sudah dipersiapkan dengan baik" jelasnya.

Dia menjelaskan, dari 43 juta orang yang berhasil lolos verifikasi sebesar 19 juta orang. Verifikasi itu berdasarkan dari email, nomor telepon, NIK, dan Kartu Keluarga.

"sebanyak 19 juta orang. Berarti hanya 1 dari 4 orang yang mendaftar mendapatkan kartu Prakerja. Dari 19 hanya baru 5,9 juta tadi, sehingga yang belum mendapatkan program ini masih sangat banyak sekali," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini