Libur Panjang Akhir Tahun Dipangkas, Intip Persiapan Dirjen Hubdat

Ichsan Amin, Jurnalis · Senin 23 November 2020 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 320 2314750 libur-panjang-akhir-tahun-dipangkas-intip-persiapan-dirjen-hubdat-EnOE6OPSWq.jpg Truk (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan sudah menyiapkan aturan mengenai pengoperasian kendaraan barang jika libur panjang dipangkas. Menurut Dirjen Budi, skema libur panjang sebenarnya sudah disiapkan dengan skema 11 hari.

“Tapi kami masih perlu mengatur lagi, mengantisipasi karena ada kemungkinan libur panjang hingga akhir tahun dipangkas. Namun kalau soal kendaraan barang kami akan atur, kalau toh libur panjang ini lebih singkat kita hanya siapkan lewat surat edaran, tidak seperti libur panjang akhir tahun sebelum-sebelumnya di mana angkutan barang diatur lewat peraturan menteri,” ujarnya dihubungi di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Baca Juga: Libur Akhir Tahun Dipangkas, Sri Mulyani: Kehendak yang Tidak Diinginkan 

Terpisah, pengamat transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, idealnya kendaraan logistik barang tidak perlu dibebani aturan ketika musim libur panjang tiba.

“Kasian kendaraan logistik ini, karena setiap musim libur tiba ada aturan yang harus diikuti. Memang idealnya harus ada kendaraan khusus logistik,” ungkap dia.

 Diduga Membawa Pemudik, Polisi Melakukan Pemeriksaan Mobil Travel dan Truk

Menurut dia, libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020 menjadi perhatian serius pemerintah melihat kondisi sosial di tengah Pandemi Covid-19. “Ya mesti bagaimana lagi. Pemerintah saya pikir punya perhitungan memperpendek libur panjang natal dan tahun baru mengingat kasus Covid-19 dan kondisi sosial di masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk sektor angkutan jalan belum mengalami kondisi pemulihan sejak pandemi Covid-19 menyerang. Hal tersebut berdasarkan tingkat keterisian Bis Angkutan Kota Antar Provinsi yang masih berada di bawah 50% tingkat keterisian penumpang.

“Tugas beratnya adalah meyakinkan masyarakat agar mau berpindah ke angkutan umum. Dan saya yakin jumlah pengguna kendaraan pribadi khususnya di jalan tol masih cukup besar, mau libur panjang ini diperpendek atau tidak,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini