Terungkap! Ini Hitung-hitungan Menkeu Alasan Libur Akhir Tahun Dipangkas

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 23 November 2020 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 320 2314792 terungkap-ini-hitung-hitungan-menkeu-alasan-libur-akhir-tahun-dipangkas-uTqasXNzWS.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan alasan pemerintah memotong libur akhir tahun 2020. Lantaran, pada Oktober tahun ini jumlah hari kerja hanya 19 hari berbanding 23 hari di Oktober tahun lalu.

Adapun, libur panjang di akhir pekan pada Oktober ini menyebabkan aktivitas ekspor-impor di pelabuhan sedikit terganggu karena harus libur.

 Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang, Dirjen Hubud Tunggu Kepastian Libur Panjang

"Kalau dilihat dari data Oktober dengan jumlah hari kerja menurun, konsumsi listrik di bidang bisnis kemudian manufaktur menurun, dan itu menggambarkan berarti dampaknya ke ekonomi di sektor produksi juga menurun, di konsumsi tidak pick up juga," Kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (23/11/2020).

Kata dia, untuk hari kerja di November jumlahnya 21 hari baik tahun ini maupun tahun lalu. Sedangkan untuk Desember 2020, jumlah hari kerjanya menyisakan 16 hari saja apabila ada libur akhir tahun yang cukup panjang seperti yang direncanakan sebelumnya.

 Baca juga: Libur Panjang Akhir Tahun Dipangkas, Intip Persiapan Dirjen Hubdat

"Kita tidak hanya lihat satu sisi tapi semuanya. Aspek kesehatan ekonomi kegiatan usaha dan lain-lain. Ini yang dimaksudkan oleh Presiden apakah jumlah hari kerja atau libur panjang dalam suasana covid menimbulkan dampak unintended yakni jumlah kasus meningkat tapi aktivitas ekonomi tidak terjadi kenaikan," ungkapnya.

Dia menambahkan, kendala konsumsi di masyarakat menengah atas adalah kepercayaan (confident) soal penanganan pandemi. Pasalnya mereka fokus pada masalah keamanan dan kesehatan sebagai prioritas dibandingkan daya beli.

"Idealnya vaksin sudah ada, sehingga vaksin bisa kita betul-betul membuat masyarakat memiliki confidence. Ini sedang dihadapi semua negara karena menghadapi situasi sama dan masyarakat ingin melakukan aktivitas tapi sangat tergantung pada apakah covid bisa dikendalikan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini