Share

Strategi Waskita Beton Kejar Target Kontrak Baru Rp5 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 278 2315073 strategi-waskita-beton-kejar-target-kontrak-baru-rp5-triliun-KtCaUPL1as.jpg Waskita Beton Siapkan Strategi untuk Kontrak Baru. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan nilai kontrak baru hingga akhir 2020 sebesar Rp5 triliun. Perusahaan pun sudah mempersiapkan berbagai strategi untuk mencapai hal tersebut di tengah pandemi virus corona.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Moch Cholis Prihanto mengatakan, pada situasi pandemi saat ini, manajemen memiliki strategi bisnis salah satunya adalah ekspansi bisnis dengan memperluas pasar eksternal. Di mana sekitar Rp 3,3 triliun berasal dari proyek eksternal di Pulau Jawa dan Sumatera, sedangkan sisanya berasal dari proyek internal.

Baca Juga: Bangun Stadion Bola Asian World Cup, Waskita Beton Gandeng Yodya Karya

"Perusahaan optimis untuk dapat terus meningkatkan porsi nilai kontrak eksternal. Tentunya dengan inovasi produk Waskita Beton Precast yang selalu menyesuaikan dengan permintaan pasar," ujarnya, Selasa (24/11/2020).

WSBP pun berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp1,68 triliun hingga Oktober 2020. Di mana dari total perolehan ini, sebesar 38% dari kontrak internal dan sebesar 62% dari kontrak eksternal.

Baca Juga: 2 Investor Siap Beli 5 Tol Milik Waskita Karya

Proyek eksternal tersebut di antaranya Proyek Jalan Tol Binjai-Pangkalan Brandan, Proyek Jalan Tol Aceh-Sigli, Proyek Jalan tol Prabumulih-Muara Enim, dan proyek lainnya.

Dikatakannya, Waskita Beton Precast selalu berkomitmen untuk terus menghasilkan produk baru. Beberapa produk baru tersebut antara lain bantalan rel, tetrapod, tiang beton pracetak, sistem pengerasan rigid, dan reinforced concrete pipe. Perusahaan juga melakukan efisiensi melalui shared resource dan command center.

“Waskita Beton Precast akan melakukan pengelolaan sumber daya secara terintegrasi. Selain itu kami juga akan melakukan clustering pada unit usaha yang lokasinya berdekatan, sehingga akan lebih efisien,” kata Cholis.

Tidak hanya itu, perusahaan juga melakukan strategi kolaborasi yaitu dengan memaksimalkan sumber daya pihak lain untuk dapat mengoptimalkan efisiensi operasional.

Terakhir melalui restrukturisasi fasilitas perbankan melalui Bank Himbara yang dilakukan bersama dengan induknya yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Kemudian Waskita Beton Precast juga sedang dalam proses kajian dengan pihak ketiga independen dan bank swasta dengan melakukan rollover fasilitas pinjaman dan mengubah skema cicilan.

Kondisi Waskita Beton Precast masih cukup baik jika dilihat dari rasio utang berbunga (gearing ratio) dan rasio lancar (current ratio) di mana rasio utang berbunga Perusahaan per September 2020 adalah 1,04x (covenant 2,5x), dan rasio lancar perusahan adalah 1,31x. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang cukup luas serta masih mampu untuk memenuhi utang jangka pendeknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini