Harga Minyak Dunia Naik 2% berkat Kemajuan Vaksin Covid-19

Selasa 24 November 2020 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2314934 harga-minyak-dunia-naik-2-berkat-kemajuan-vaksin-covid-19-IFt7vUDFOr.jpg Kilang Minyak (Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia naik lebih dari dua% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak memperpanjang kenaikan akhir pekan lalu, saat laporan terbaru hasil uji coba vaksin virus corona yang menggembirakan membuat para pedagang mengantisipasi pemulihan permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari, terangkat USD1,10 atau 2,45% menjadi menetap di USD46,06 per barel.

Baca juga: Harga Minyak Tergelincir, Investor Khawatir Akan Prospek Permintaan

Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 64 sen atau 1,51% menjadi ditutup pada USD43,06 per barel. Kedua acuan tersebut melonjak 5% minggu lalu.

Produsen obat Inggris AstraZeneca mengatakan bahwa vaksinnya, yang dikembangkan bersama dengan Universitas Oxford, bisa menjadi sekitar 90% efektif.

"Dosis lain dari berita vaksin virus corona yang menguntungkan hari ini telah mendorong kenaikan baru dalam ekuitas yang dengan mudah tumpah ke ruang minyak," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.

 

Prospek permintaan minyak telah membaik dengan berita yang menunjukkan kemajuan dalam mengembangkan vaksin covid-19. Seorang pejabat AS mengatakan suntikan pertama di Amerika Serikat dapat dimulai satu atau dua hari setelah persetujuan regulator diperoleh.

"Kompleks minyak mendapat manfaat dari berita vaksin dan data awal menunjukkan beberapa permintaan bahan bakar jet yang lumayan untuk pertama kalinya sejak seluruh pandemi ini dimulai," kata mitra di Again Capital LLC John Kilduff di New York, dilansir dari Antara.

Sentimen juga didukung oleh ekspektasi bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan produsen lain, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, akan memperpanjang kesepakatan untuk menahan produksi.

Di sisi penawaran, OPEC+, yang bertemu pada 30 November dan 1 Desember, akan melihat opsi untuk memperpanjang kesepakatan pemotongan produksi setidaknya tiga bulan mulai Januari.

Perusahaan minyak Rusia yang lebih kecil masih berencana untuk memompa lebih banyak minyak mentah tahun ini, kata sebuah kelompok yang mewakili produsen tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini