Pak Anies, Tolong Pembatasan Aktivitas di Mal Diperlonggar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315380 pak-anies-tolong-pembatasan-aktivitas-di-mal-diperlonggar-KKLbHhG0sL.jpg Pengusaha Mal Minta Kelonggaran dalam PSBB Transisi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi hingga 6 Desember. Keputusan itu diambil karena jumlah kasus baru Covid-19 masih belum menunjukkan tren penurunan.

Menanggapi keputusan itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja meminta pelonggaran pembatasan usaha di mal dalam PSBB transisi ini. Hal ini demi membangkitkan geliat usaha di pusat perbelanjaan tersebut.

Baca Juga: Pengusaha Bilang PSBB Bukan Hambatan Bisnis, tapi Ini Masalahnya

"Beberapa sektor usaha yang masih belum dilonggarkan agar supaya dapat segera mulai dilonggarkan," kata Alphonz kepada Okezone, Selasa (24/11/2020).

Dia menyebut, kini masih ada beberapa jenis usaha yang masih belum bisa beroperasi atau operasionalnya dibatasi. Hal ini menjadi tingkat pengunjung ke mal masih terhitung sedikit.

"Saat ini masih ada beberapa pembatasan seperti pameran masih belum diperbolehkan. Bioskop hanya boleh 25%. Salon kecantikan masih belum boleh beroperasi, dan lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Jeritan Pengusaha Selama PSBB Transisi, Mal Masih Sepi

Dia mengaku, selama ini pihaknya telah mematuhi protokol kesehatan secara baik. Ini dapat dibuktikan dengan tidak pernah ditemukan klaster penyebaran virus corona di mal.

"Kita semua sudah sepakat bahwa faktor kesehatan adalah prioritas utama dalam perjalanan menuju pemulihan ekonomi," kata dia.

Sebelumnya, Alphonzus Widjaja mengatakan selama PSBB diterapkan di Jakarta sejak April 2020 hingga saat ini, pihaknya tercatat mengalami kerugian per bulan sekitar Rp1,8 triliun, sehingga, jika ditotal dari April hingga Oktober menjadi Rp12,6 triliun.

"Potensi kerugian yang dialami pusat perbelanjaan di DKI Jakarta : +/- Rp1,8 Ttriliun per bulan," kata Alhonpz saat dihubungi Okezone.

Baca Juga: Jeritan Pengusaha Selama PSBB Transisi, Mal Masih Sepi 

Saat ini, lanjut dia, yang menjadi faktor hambatan utama adalah bukan pemberlakuan PSBB semata-mata tapi lebih kepada faktor daya beli yang masih belum beranjak pulih

"Selain itu, faktor kehatian-hatian masyarakat terhadap Covid- 19," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini