Jokowi Akui Tahun Ini dan 2021 Sulit untuk Dilalui

Dita Angga R, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 320 2315758 jokowi-akui-tahun-ini-dan-2021-sulit-untuk-dilalui-yrOuhSG7CX.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa 2020 merupakan tahun sulit dan tidak mudah dilalui. Bahkan pada 2021, Indonesia juga masih menghadapi ketidakpastian.

“Dan di tahun 2021 kita juga masih menghadapi ketidakpastian. Karena ekonomi global juga penuh ketidakpastian,” katanya saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2021 di Istana Negara, Rabu, (25/11/2020).

Baca Juga: Keren! Ekonomi Indonesia Terbaik Kedua Setelah China

Dia pun menekankan bahwa tahun depan dalam merumuskan kebijakan harus tetap berpegang pada kecepatan dan ketepatan.

“Kecepeatan, ketepatan akurasi harus tetap menjadi karakter dalam kebijakan-kebijakan kita. Baik di bidang kesehatan maupun di bidang ekonomi. Ini harus juga segera pulih kembali,” ungkapnya.

Baca Juga: Dapat Rp3,26 Triliun, Anies Lanjutkan Pembangunan Stadion Markas Persija

Lebih lanjut Jokowi menekankan bahwa di tahun depan pemerintah akan fokus pada empat hal. Pertama, penanganan kesehatan.

“Ini masih dalam hal penanganan covid. Utamanya nanti akan fokus kepada vaksinasi. Oleh sebab itu anggaran yang berkaitan dengan penguatan sarana prasarana kesehatan, laboratorium, penelitian dan pengembangan sangat diperlukan,” ujarnya.

Keempat adalah fokus untuk melakukan reformasi struktural di beberapa sektor.
“Untuk membangun fondasi yang lebih kuat kita akan melakukan reformasi struktural. Baik di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan lain-lainnya,” pungkasnya.  Dita angga

Kedua. berkaitan dengan perlindungan sosial bagi kelompok yang kurang mampu dan rentan. Ketiga yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi.

“Terutama dukungan buat UMKM dan dunia usaha. Ini penting sekali,” tuturnya.

Keempat adalah fokus untuk melakukan reformasi struktural di beberapa sektor.

"Untuk membangun fondasi yang lebih kuat kita akan melakukan reformasi struktural. Baik di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan lain-lainnya,” pungkasnya.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini