Dapat Rp3,26 Triliun, Anies Lanjutkan Pembangunan Stadion Markas Persija

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 320 2315337 dapat-rp3-26-triliun-anies-lanjutkan-pembangunan-stadion-markas-persija-9yEVqmDRNo.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Pusat mengucurkan dana Rp3,26 triliun kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tertuang dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dana tersebut diberikan dalam bentuk pinjaman.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dana PEN yang dikucurkan pemerintah sangat membantu untuk melanjutkan proyek infrastruktur yang di DKI Jakarta. Contohnya, proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) akan menjadi markas Persija Jakarta.

Baca Juga: Pemprov DKI Kantongi Rp5 Miliar dari Warga yang Ogah Pakai Masker

Selain itu, dana PEN juga akan digunakan untuk penanggulangan banjir. Selanjutnya ada juga pengelolaan sampah dan juga limbah hingga renovasi Taman Ismail Marzuki.

"Dukungan dari PEN is extremely helpful, karena itu bisa menyerap tenaga kerja dalam program-program urgent di Jakarta mulai dari penanggulangan banjir, pengelolaan limbah, sampah, pembangunan stadion, proyek TIM," ujarnya dalam acara Webinar Penanganan Covid19 di DKI Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga: 2 Hal yang Bikin Ekonomi DKI Jakarta Rebound

Menurut Anies, dilanjutkannya beberapa program tersebut adalah untuk menyerap tenaga kerja. Sehingga dampaknya juga kan berefek domino kepada perekonomian Indonesia dan juga negara.

"Dukungan dari PEN extremely helpful karena itu bisa menyerap tenaga kerja," ucapnya.

Anies mengatakan, pandemi COVID-19 ini memang dimanfaatkan pihaknya untuk menyusun ulang perencanaan kota.

Salah satu penyusunan ulang yang dilakukan adalah merencanakan proyek Digital Oriented Development (DOD), bersamaan dengan pembangunan Transit Oriented Development (TOD).

"Yang dulunya TOD, sekarang TOD dan DOD sebagai sebuah kesatuan. Sebelum krisis kita melihat literatur, tapi sekarang it's so real. Jadi kita sedang membangun bbrp lokasi TOD, kita integrasikan dengan digital. Harapannya kita bisa membangun kota yang lebih liveable, dan kota yang lebih memfasilitasi untuk kegiatan usaha yang efisien dan efektif, dan yang tidak kalah penting masyarakatnya sehat," ucap Anies.

Salah satu penyusunan ulang yang dilakukan adalah merencanakan proyek Digital Oriented Development (DOD), bersamaan dengan pembangunan Transit Oriented Development (TOD).

"Yang dulunya TOD, sekarang TOD dan DOD sebagai sebuah kesatuan. Sebelum krisis kita melihat literatur, tapi sekarang it's so real. Jadi kita sedang membangun bbrp lokasi TOD, kita integrasikan dengan digital. Harapannya kita bisa membangun kota yang lebih liveable, dan kota yang lebih memfasilitasi untuk kegiatan usaha yang efisien dan efektif, dan yang tidak kalah penting masyarakatnya sehat," ucap Anies.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini