Kenaikan Harga Minyak Terhenti, Brent Dibanderol USD47,8/Barel

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 320 2317062 kenaikan-harga-minyak-terhenti-brent-dibanderol-usd47-8-barel-OsSMFHIa5r.jpg Harga Minyak Anjlok. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

LONDON - Harga minyak tergelincir dari level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir pada perdagangan Kamis. Hal ini disebabkan adanya tanda-tanda peningkatan pasokan karena optimisme bahwa vaksin Covid-19 akan menghidupkan kembali permintaan bahan bakar.

Minyak mentah turun 74 sen atau 1,5% menjadi USD47,87 per barel. Pada perdagangan sebelumnya Brent telah naik dan hampir menyentuh level USD50 per barel, setelah tiga perusahaan farmasi mengumumkan kemajuan vaksin yang dapat diluncurkan sebelum akhir tahun.

Baca Juga: Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Selama Covid-19

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 66 sen atau 1,4% menjadi USD45,05. Di mana sebelumnya naik hingga 1,8%.

"Meskipun sejumlah fundamental kuat menggalang pasar, terutama pengembangan vaksin yang mendukung minyak, kekhawatiran bearish tetap ada," kata Manajer Komoditas Senior Phillip Futures Avtar Sandu, dilansir dari Reuters, Jumat (27/11/2020).

Harga minyak kembali turun karena adanya kebijakan penguncian wilayah akibat meningkatnya pandemi Covid-19. Jumlah rig di Amerika Serikat pun meningkat, begitu juga di produksi dari Libya.

Presiden Terpilih AS Joe Biden pun mendesak orang-orang untuk melupakan pertemuan keluarga saat liburan Thanksgiving. Hanya saja orang Amerika menentang permintaan untuk tetap di rumah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 4%, Tembus Level Tertinggi

Permintaan Biden tersebut karena jumlah kasus positif corona di Amerika Serikat mencapai 2,3 juta infeksi baru dalam dua minggu terakhir.

Sementara itu, investor saat ini menunggu pertemuan OPEC yang dilakukan minggu depan. OPEC dan sekutunya termasuk Rusia cenderung menunda peningkatan produksi minyak yang direncanakan tahun depan untuk membantu pasar menghadapi gelombang kedua Covid-19 dan peningkatan produksi Libya.

Sebagai informasi, pada perdagangan Rabu, harga minyak naik hampir 2% ke level tertinggi pada Rabu, karena data penurunan persediaan minyak mentah AS menunjukkan memperpanjang rally. Hal ini disebabkan harapan bahwa vaksin Covid-19 segera ada sehingga meningkatkan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah Brent naik 75 sen atau 1,6%, menjadi USD48,61 per barel atau tertinggi sejak awal Maret. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 80 sen atau 1,8% menjadi USD45,71.

Berdasarkan data pemerintah, persediaan minyak mentah AS turun 754.000 barel pekan lalu. Para analis dalam jajak pendapat Reuters pun terkejut karena memperkirakan kenaikan stok minyak 127.000 barel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini