Uang Beredar Naik 12,5% Jadi Rp6.780 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 30 November 2020 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 320 2318643 uang-beredar-naik-12-5-jadi-rp6-780-triliun-FSUoLuyEP2.jpeg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Oktober 2020 terutama disebabkan oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako merinci Posisi M2 pada Oktober 2020 tercatat Rp6.780,8 triliun atau meningkat 12,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,4% (yoy).

 Baca juga: 10 November, Kenalan dengan Pahlawan-Pahlawan di Rupiah

"Peningkatan tersebut disebabkan pertumbuhan M1 sebesar 18,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2020 sebesar 18,0% (yoy), didorong oleh peredaran uang kartal yang tinggi di masyarakat," kata Onny, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Pertumbuhan uang kuasi juga meningkat, dari 10,6% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 10,7% (yoy) pada Oktober 2020. Sementara itu, surat berharga selain saham masih mengalami kontraksi meskipun membaik dari bulan sebelumnya, dari -13,9% (yoy) pada September 2020 menjadi -12,1% (yoy) pada bulan laporan.

 Baca juga: Jelang 10 November, Berikut Daftar Pahlawan di Uang Rupiah

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Oktober 2020 disebabkan oleh kenaikan ekspansi keuangan pemerintah.

"Hal ini tercermin dari pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang meningkat, dari 76,7% (yoy) pada September 2020 menjadi 81,6% (yoy) pada Oktober 2020," bebernya.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 13,9% (yoy) pada Oktober 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan September 2020 sebesar 16,7% (yoy). Pertumbuhan krediti pada Oktober 2020 kembali mengalami kontraksi, dari -0,4% (yoy) pada September 2020 menjadi -0,9% (yoy) pada bulan laporan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini