JAKARTA - Saham-saham di Wall Street tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).
Hal ini dikarenakan para investor merealisasikan keuntungan merekan dari kenaikan dalam beberapa hari terakhir, saat negara itu bergulat dengan infeksi COVID-19 yang melonjak.
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 271,73 poin atau 0,91% menjadi ditutup pada 29.638,64 poin. Indeks S&P 500 berkurang 16,72 poin atau 0,46%, menjadi berakhir di 3.621,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 7,11 poin atau 0,06% lebih rendah, menjadi 12.198,74 poin.
Untuk November, S&P 500 melonjak 10,8%, Dow bertambah 11,9 persen dan Nasdaq terangkat 11,8%. Itu adalah kenaikan bulanan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq sejak April.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Menguat Berkat Saham Amazon hingga Facebook
Sementara itu, indeks Russell 2000 dari perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil melonjak 18,3% pada November, kinerja bulanan terkuat yang pernah ada.
Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 mundur, dengan sektor energi ditutup anjlok 5,37%, memimpin kerugian, menyusul penurunan harga minyak. Sektor teknologi menguat 0,66%, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.
Penyeimbangan kembali portofolio akhir bulan memberikan kontribusio terhadap pelemahan Senin (30/11/2020), kata para analis, ketika investor menguangkan keuntungan setelah bulan yang kuat ditandai oleh pembaruan vaksin COVID-19 yang membuat kemajuan dan harapan pemulihan ekonomi yang cepat tahun depan.