Angka Pengangguran Capai 9,77 Juta Orang, Terbanyak Usia 15-24 Tahun

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 320 2320309 angka-pengangguran-capai-9-77-juta-orang-terbanyak-usia-15-24-tahun-Z42g0RmXX6.jpg Jumlah Pengangguran Betambah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) mempengaruhi hampir sebagian besar lini bisnis di Indonesia. Hal ini membuat banyak perusahaan melakukan efisiensi, salah satunya dengan mengurangi jumlah pekerja.

Dampaknya, angka pengangguran pun semakin bertambah karena banyak perusahaan yang terpaksa harus merumahkan karyawannya. Kini angka pengangguran bertambah hingga mencapai 9,77 juta orang.

Baca Juga: UMKM Harus Diselamatkan agar Pengangguran Berkurang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatjumlah pengangguran periode Agustus 2020 mengalami peningkatan sebanyak 2,67 juta orang. Dengan demikian, jumlah angkatan kerja di Indonesia yang menganggur menjadi sebesar 9,77 juta orang

“Seperti mengelola sumber daya ekonomi dan meningkatkan nilai tambah pada ekonomi, karena seperti yang diketahui, pandemi covid-19 menyebabkan kontraksi pada sector manufaktur yang kemudian meningkatkan tingkat pengangguran terbuka, menjadi 9,77 juta,” ujar Pengamat Ekonomi Pertanian dari Universitas Unila Lampung, Prof Bustanul Arifin, dalam acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) secara virtual, Rabu (2/12/2020).

Baca Juga: 9,7 Juta Orang Menganggur, Pemerintah Berusaha PHK Tidak Meluas. Apa Langkah Menaker?

Menurut Bustanul Arifin, angka pengangguran ini kebanyakan menimpa masyarakat yang memiliki usia muda. Di mana perkiraanya, rentan umur pengangguran yang terjadi dikisara 15 hingga 24 tahun.

“Di mana kebanyakan terjadi pada masyarakat rentang umur 15-24 tahun yang tinggal di wilayah perkotaan,” ucapnya.

Sementara itu, masalah lain yang harus dihadapi pemerintah adalah mengenak kualitas tenaga kerjanya. Karena, jika melihat tingkat pendidikannya, mayoritas merupakan lulusan sekolah dasar (SD).

“Sementara itu berdasarkan tingkat pendidikan, saat ini penyerapan tenaga kerja banyak diisi oleh masyarakat yang merupakan lulusan SD, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah pedesaan,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini