Menko Airlangga Banggakan UU Ciptaker ke Investor

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 320 2320906 menko-airlangga-banggakan-uu-ciptaker-ke-investor-h5JeL1yNkQ.jpeg Omnibus Law (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) disebut memiliki segudang manfaat bagi iklim investasi di Indonesia. Sebab UU Ciptaker dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara agresif.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, UU Omnibus Law tersebut mampu membawa Indonesia ke luar dari negara berpendapatan menengah (middle income country) menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country).

Baca Juga: Ada Bank Tanah, Peluang Besar Masyarakat Tinggal di Pusat Kota 

"Tentu kita berharap kita dapat keluar dari middle income traffic. Undang-undang ini (Ciptaker) diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dapat terjadi secara eksponensial dan terutama tentu setelah dampak pandemi Covid-19 bisa termitigasi," ujarnya, Kamis (3/12/2020).

Dia bilang, sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional, pihaknya telah melakukan transformasi struktural melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 dan ini diperlukan untuk melakukan transformasi ekonomi, meningkatkan daya saing, dan produktivitas.

 

Pemerintah juga semakin optimis terhadap perekonomian nasional yang dinilai kembali bergeliat setelah melewati tiga kuartal 2020 yang tercatat minus. Airlangga menyebut, perekonomian Indonesia sudah melewati titik terendahnya.

Pernyataan Airlangga itu, dia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam gelaran International convention Indonesia upstream oil and gas 2020. Pada kesempatan itu, Airlangga menyebut, Indonesia secara perlahan keluar dari tekanan pandemi Covid-19.

Hal itu tercermin dari pergerakan pertumbuhan ekonomi secara kuartal tahun ini. Di mana, pada kuartal III-2020 ekonomi minus 3,49% secara year on year (Yoy), namun secara kuartal angka ini mengalami pertumbuhan 5,05%.

"Pemerintah menilai kita telah berhasil melewati titik terendah dalam perekonomian dan ini tercermin dalam pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi 3,49%, namun secara year on year triwulan yang terkontraksi dibandingkan triwulan II yang sebesar minus 5,32%, berada dalam tren positif. Oleh karena itu, kondisi tersebut sejalan dengan perbaikan ekonomi global yang terlihat di triwulan III 2020," kata dia.

Dengan adanya kenaikan per kuartal sebesar 5,5% menunjukan bahwa kebijakan pemerintah juga responsif dan adaptif terhadap perkembangan. Sementara itu, dia memproyeksikan pada kuartal IV konsumsi tumbuh sama besarnya dengan kuartal III. Itu karena adanya perbaikan kondisi dan stimulus ekonomi di kuartal III tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini