Ada Bank Tanah, Peluang Besar Masyarakat Tinggal di Pusat Kota

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 470 2290118 ada-bank-tanah-peluang-besar-masyarakat-tinggal-di-pusat-kota-LxXEuiXbzJ.jpg Bank Tanah dalam UU Cipta Kerja. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menjelaskan mengenai kehadiran pembentukan bank tanah dalam Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker).

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil mengatakan , melalui regulasi tersebut membuat masyarakat lebih mudah memiliki tempat tinggal di pusat kota. Tujuannya, untuk mengelola kembali tanah-tanah yang selama ini terlantar atau tak bertuan untuk bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Baca Juga: Menaker: Banyak Pelintiran Isi UU Cipta Kerja

"Itu supaya negara punya tanah yang bisa digunakan sehingga harusnya orang yang kurang beruntung tinggal di pusat kota, yang mampu commute tinggal di luar kota," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (7/10/2020).

Sofyan mengaku, hingga saat ini pengelolaan lahan masih belum optimal. Sehingga, melalui bank tanah dihatapkan pengelolaannya dapat dimanfaatkan dan dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Didera Hoax, Menko Airlangga Ungkap yang Sebenarnyas

"Tanah terlantar tak bertuan ditampung negara, diatur dan didistribusikan kembali ke masyarakat," ucapnya.

Sofyan menuturkan, pengelolaan bank tanah berkaca dari negara tetangga seperti Singapura yang telah berhasil mengelola bank tanah hingga disulap menjadi taman-taman. “Kita paling miskin dengan taman kenapa? karena negara tidak punya tanah,” ungkapnya.

Nantinya, Sofyan menambahkan, bank tanah akan diawasi oleh komite yang terdiri dari para menteri.

"Konsep bank tanah dan jumlah tanah yang dikontrol negara sendiri akan bertambah tiap tahun,"tandansya. 

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini