Berburu Cadangan Migas demi Target 1 Juta Barel

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 04 Desember 2020 19:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 320 2321907 berburu-cadangan-migas-demi-target-1-juta-barel-nVPnzDiq6s.jpg Harga Minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah mengejar target produksi minyak 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar gas kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030. Berbagai macam kebijakan dan rencana tengah dibangun agar target ini tercapai.

Seperti, peningkatan iklim berusaha, sanctity of contract, dan adanya peraturan yang saling mendukung merupakan kata kunci untuk memperbaiki tata kelola hulu migas yang dibutuhkan demi meningkatkan investasi hulu migas Indonesia.

Baca Juga: Ketika Digitalisasi Jadi Jurus Genjot Produksi Migas Nasional

Selain itu, KKKS juga berupaya mencari sumber cadangan minyak baru. Hal ini dilakukan Subholding Upstream Pertamina terus meningkatkan kinerja dan berupaya menemukan cadangan migas. Salah satunya dengan melakukan survei Line Test Vibroseis 2D di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi Medy Kurniawan menjelaskan kegiatan survei Line Test Vibroseis 2D wilayah Majalengka adalah lanjutan dari pelaksanaan komitmen seismik open area KKP PHE Jambi Merang tahap 1 yang telah selesai dilaksanakan pada 3 Agustus 2020 lalu sepanjang 32.215 km.

Baca Juga: Kejayaan Migas Telah Berlalu, Ini Maksud Menteri ESDM

"Komitmen eksplorasi KKP PHE Jambi Merang selama lima tahun, setelah selesai seismik tahap ke-1 di wilayah Indonesia bagian timur bulan Agustus lalu, kini tahap kedua dilakukan Line Test Vibroseis 2D yang juga selesai tepat waktu. Sebagai riset awal dilakukan survey sepanjang 15 km, namun tantangan melakukan survei di darat cukup besar karena bersingungan langsung dengan fasilitas masyarakat sehingga kita harus memastikan operasi berjalan aman," ujar Medy dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Survei Line Test Vibroseis 2D ini merupakan bagian dari pemenuhan Komitmen Kerja Pasti WK Jambi Merang (KKPJM) di wilayah terbuka tahun kedua yang dilakukan PHE Jambi Merang dan SKK Migas.

Pelaksanan project ini, PHE Jambi Merang mengandeng PT Elnusa Tbk dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam melakukan survei Line Test Vibroseis 2D yang bersifat semi riset sebagai langkah awal untuk menunjang pencarian adanya potensi minyak dan gas bumi.

Area Majalengka sendiri dipilih sebagai lokasi test line survey berdasarkan pertimbangan teknis geologis berada di area yang tertutup material volcanic dan belum diketahui potensi hidrokarbonnya lebih detail.

Kegiatan survei Line Test dilaksanakan mulai 29 September hingga 22 November 2020 memiliki tantangan cukup tinggi, sebab dilakukan di tengah masa pandemi COVID-19. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini