Dapat Anggaran Rp149,81 Triliun, Menteri Basuki Beberkan Alokasinya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 05 Desember 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 320 2322188 dapat-anggaran-rp149-81-triliun-menteri-basuki-beberkan-alokasinya-GH1r1c3KS7.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, akan menerima anggaran sebesar Rp149.81 triliun. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut, anggaran ini akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan dialokasikan untuk pembukaan lapangan kerja baru.

 Baca juga: Menteri PUPR: Infrastruktur RI Kalah dari Singapura

"Pada dasarnya, apapun yang kami lakukan tujuan utamanya adalah membuka lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Misalnya membeli barang dalam negeri. Kalau barangnya buatan mancanegara, harus ada pabriknya di Indonesia karena itu membuka lapangan pekerjaan," ujar Basuki melalui siaran pers, Sabtu (5/12/2020).

Dia juga mengutarakan, anggaran 2021 juga difokuskan pada empat major projects Kementerian PUPR. Di mana, empat major projects tersebut bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

 Baca juga: Menteri Basuki: Pembangunan Infrastruktur Buka Lapangan Kerja

Keempat proyek tersebut diantaranya, pertama, pengembangan Food Estate di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua, dukungan pengembangan kawasan industri.

Ketiga, dukungan pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Keempat, program Padat Karya Tunai (PKT) di seluruh Indonesia dan pembangunan prasarana dasar. Termasuk penyelesaian tugas khusus yang diberikan seperti renovasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan, olahraga dan pasar.

Pihak Kementerian PUPR juga akan manfaatkan lahan 165.000 ha di kawasan eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) Kalteng untuk tanaman pangan seperti padi dan singkong.

"Dari 165.000 ha tersebut, kondisi irigasi yang baik 28.000 ha dengan diintensifikasi. Sisanya di dadahup sedang kita perbaiki irigasinya dan dibuka lahannya karena sudah ditumbuhi pohon," kata dia.

Sementara itu, di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, lahan Food Estate seluas 60.000 ha dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih. Irigasi menggunakan big gun sprinkler yang merupakan produk UMKM dalam negeri. Pemerintah juga akan membuka Food Estate di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini