Pertumbuhan Ekonomi 2021 Tergantung Vaksinasi Covid-19

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 06 Desember 2020 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 06 320 2322656 pertumbuhan-ekonomi-2021-tergantung-vaksinasi-covid-19-cCr4vQg8Eg.jpg Vaksin Covid-19. (Shutterstock)

JAKARTA - Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan, bahkan per Sabtu 5 Desember, angka positif telah mencapai 569.707 kasus. Kenaikan angka ini bisa mengancam proyeksi ekonomi di 2021.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebut, proyeksi perekonomian di 2021 diperkirakan mencapai 2,5% sampai 3% dan untuk pulih ke 5%  estimasi tercepat di awal 2022.

Baca Juga: Ekonomi RI Direset Pasca-Pandemi Corona

Namun, Bhima menyebut angka di atas bisa jadi mengalami revisi bahkan bisa turun jika gelombang kedua Covid-19 muncul dan distribusi vaksin tidak lancar.

"Jika ada gelombang kedua kasus dan distribusi vaksin terhambat maka proyeksi pertumbuhan bisa direvisi turun," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal, Minggu (6/12/2020).

Baca Juga: Strategi Gas dan Rem Mulai Kelihatan Hasilnya, Jokowi: Ekonomi Membaik

Bhima menjelaskan, faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 bergantung pada distribusi vaksin yang merata dan penurunan kasus covid yang signifikan. Tanpa penurunan kasus, sulit berharap kelas menengah atas kembali berbelanja seperti situasi normal.

"Mana bisa (kelas menengah atas) disuruh belanja kalau keluar rumah riskan tertular virus sementara rumah sakit penuh. Ini jangan terulang di 2021," kata dia.

Selain itu, dia menyebut faktor pendorong perekonomian nasional lainnya berasal dari belanja pemerintah dengan catatan realisasi belanja dipercepat di awal tahun. "Khususnya belanja sektor kesehatan, dan perlindungan sosial," ucapnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Amalia Adininggar Wisyasari mengatakan, Covid-19 memberi pelajaran bahwa pemulihan harus dilaksanakan secara bersama dan inklusif, mengedepankan aspek sosial dan lingkungan yang selaras dengan prinsip pelaksanaan SDGs.

“Great reset itu sudah akan kita mulai lakukan di tahun 2021, dengan tagline pembangunan kita adalah bagaimana kita bisa bersama-sama mempercepat pemulihan ekonomi dan sekaligus secara bersamaan melakukan reformasi sosial,” kata Amalia.

Amalia menekankan pentingnya prinsip inklusif dan berkelanjutan sudah disadari sejak sebelum pandemi dan sudah tercantum jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini