Jokowi: Jangan Sampai Perdagangan Online Didominasi Produk Impor

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 320 2322965 jokowi-jangan-sampai-perdagangan-online-didominasi-produk-impor-UvEQI1qnkt.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong produk-produk dalam negeri untuk mengambil peran di pasar global. Produk buah tangan anak bangsa itu berasal dari pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), kecintaan 270 juta rakyat Indonesia terhadap produk dalam negeri menjadi satu kunci keberhasilan produk Indonesia. Bahkan, semakin tinggi daya beli masyarakat terhadap produk lokal, maka akan membantu menekan defisit transaksi berjalan Indonesia.

Tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk UMKM juga akan membuat industri nasional berkembang cepat dan pesat, hal ini akan berdampak sangat besar bagi perekonomian indonesia, rantai pasok yang panjang akan membuka industri turunan terutama sektor UMKM, akan membuka lapangan pekerjaan baru yang semakin banyak dan berkontribusi pada percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca Juga: Kisah Perajin Akar Jati yang Berhasil Ekspor ke Eropa di Tengah Pandemi

"Saya tahu di masa pandemi (Covid-19) transaksi perdagangan offline turun drastis, tapi transaksi online meningkat cukup signifikan, jangan sampai perdagangan online tersebut didominasi oleh pembelian produk-produk impor, jangan sampai marketplace yang ada lebih banyak dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif global," ujar Presiden, Senin (7/12/2020).

Dia menegaskan, Indonesia harus bisa membalik kondisi yang ada. Di mana, produk-produk UMKM indonesia harus menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, harus membanjiri marketplace dengan produk yang berkualitas dan kompetitif.

Baca Juga: Ingat Krisis 1998, UMKM Penyelamat Ekonomi RI Bukan Konglomerat

Bahkan, dengan program pemerintah ihwal percepatan transformasi digital, industri kreatif nasional seharusnya merebut pasar global, mampu bersaing dengan negara-negara lain dan sekaligus menjadi duta dan branding Indonesia di masyarakat internasional.

Karena itu, dia bilang, gerakan bangga buatan Indonesia harus disertai dengan gerakan peningkatan kualitas dan daya saing. Dua gerakan tersebut harus dilakukan secara bersamaan melalui pengembangan ekosistem dan rasa percaya diri sebagai bangsa yang besar yang mencintai negerinya sendiri.

"Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk 279 juta jiwa. Terbesar ke-4 di dunia, dengan jumlah penduduk yang besar itu, dengan daya beli yang terus meningkat, Indonesia memiliki potensi pasar yang juga sangat besar. Kekuatan pasar yang sangat menjanjikan, namun jangan sampai dengan kekuatan pasar yang besar itu justru dimanfaatkan oleh orang lain, oleh negara lain," ujar Jokowi.

Presiden menegaskan, Indonesia harus memanfaatkan pasar untuk meningkatkan industri di dalam negeri. Di mana, masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha lokal harus mampu memanfaatkan market untuk mempercepat industrialisasi, membuat produk, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Dia bilang, Indonesia tidak boleh hanya sebatas sebagai konsumen yang menjadi target pasar produk negara lain, padahal Indonesia sendiri memiliki produk dalam negeri yang hebat. Di mana, banyak anak bangsa yang mampu menghasilkan karya-karya besar. Karya itu, khusus di bidang industri kreatif seperti fashion, kuliner, film, musik, animasi, games.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini