Covid-19 Mengganas, 80.000 Pekerja Mal Kena PHK

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 320 2323104 covid-19-mengganas-80-000-pekerja-mal-kena-phk-8m453xy124.jpg Pegawai Mal Banyak yang Kena PHK. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pembatasan aktivitas sosial akibat pandemi virus corona membuat geliat aktivitas jual dan beli di mal atau pusat perbelanjaan menukik tajam. Alhasil, para pemilik toko atau tenant mengeluarkan kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pegawai.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menjelaskan, hingga kini terhitung ada sebanyak 80 ribu pekerja di mal atau pusat perbelanjaan yang tersebar di seluruh Indonesia terkena PHK. Mereka awalnya dirumahkan, namun akhirnya di-PHK juga.

Baca Juga: PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang, Pengusaha: Tidak Banyak yang Bisa Diharapkan

"Jumlah pekerja yang terdampak ada sekitar 80.000 orang. Semakin hari yang dirumahkan semakin sedikit karena beralih menjadi PHK. Angka tersebut dapat dianggap sebagai jumlah PHK," kata Alphonz kepada Okezone, Senin (7/12/2020).

Dia berharap pada perpanjangan masa PSBB transisi ini Pemprov DKI memberikan relaksasi perpajakan berupa pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ), Pajak Reklame dan Pajak Parkir. Selain itu, adanya juga subsidi gaji terhadap para pekerja untuk menghindari daftar karyawan yang di-PHK.

"Subsidi gaji pekerja juga," ujarnya.

Baca Juga: Pengusaha: Bukan Tak Mungkin Akan Lebih Banyak Mal Tutup dan Dijual

Dia menyebut keadannya kini memang tak ada harapan lagi selain menunggu program vaksinasi. Karena mengingat jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia dan Jakarta belum menunjukkan tren penurunan.

"Saat ini tidak banyak yang bisa diharapkan lagi selain menunggu pelaksanaan vaksinasi," kata dia.

Sementara itu, Alphonzus Widjaja menyebutkan, keadan kini memang tak ada harapan lagi selain menunggu program vaksinasi. Karena mengingat jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia dan Jakarta belum menunjukkan tren penurunan.

Baca Juga: Pengusaha: Bukan Tak Mungkin Akan Lebih Banyak Mal Tutup dan Dijual

"Saat ini tidak banyak yang bisa diharapkan lagi selain menunggu pelaksanaan vaksinasi," ujarnya kepada Okezone, Senin (7/12/2020).

Dia meminta sembari PT Bio Farma menyelesaikan perampungan uji klinis vaksi, diharapkan kini pemerintah untuk lebih tegas menindak para protokol kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini