Kurangi Candu Impor Minyak dan LPG, Bisa?

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 09 Desember 2020 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 320 2324375 kurangi-candu-impor-minyak-dan-lpg-bisa-LEyLBYHoR9.jpg Transisi Energi Diharapkan Bisa Secepatnya. (Foto: Okezone.com)

Djoko mengakui selama ini harga EBT ini sulit bersaing dengan harga energi fosil. Padahal di saat pandemi harga minyak terseret hingga ke level paling rendah, sementara harga EBT tidak mengalami fluktuasi. "Makanya ada Undang-undang EBT dalam proses final, terumasuk perpresnya dalam soal harga," ungkap Djoko.

Djoko berharap dengan adanya regulasi tersebut akan mempermudah para investor dalam menyiapkan infrastruktur EBT sehingga mempermudah penciptaan lapangan kerja.

"Lapangan pekerja kita terus bertambah, Salah satu syarat bisa menciptakan lapangan kerja adalah adanya investasi. Berbagai kemudahan baik dari segi perizinan, peraturan, insentif termasuk pemberian subsidi sehingga diharapkan mendatangkan investasi," tuturnya.

Kendati begitu, Djoko menegaskan pergeseran pola konsumi tidak akan mengancam keberadaan industri energi fosil. "Makanya (industri) batubara ini kita konversi menjadi energi yang bersih seperti gas, dan produk petrokimia seperti metanol maupun DME," ungkapnya.

Terakhir, Djoko berharap dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat dalam mempercepat realisasi transisi energi sehingga ketahanan energi bisa tercapai. "Ketahanan energi kita ditandai dengan kita bisa memanfaatkan energi yang ada dalam negeri sendiri baik fosil maupun nonfosil," pungkasnya. 

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini