Alasan Bank Hati-Hati Kucurkan Kredit, Padahal Ekonomi RI Bisa Pingsan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 09 Desember 2020 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 320 2324376 alasan-bank-hati-hati-kucurkan-kredit-padahal-ekonomi-ri-bisa-pingsan-2XOhsXDYrr.jpeg Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia akan pingsan jika tidak ada yang berani mengambil kredit dan tidak ada yang memberi kredit. Menurut ekonom Core Piter Abdullah, perbankan bukan setengah hati menyalurkan kredit tapi kondisinya memang tidak tepat untuk menyalurkan kredit.

"Ketika risiko usaha begitu tinggi perbankan memang harus hati-hati sekali dalam menyalurkan kredit. Jangan sampai menciptakan kredit macet," kata Piter saat dihubungi di Jakarta, Rabu (9/12/2020)

Baca Juga: Bank Tak Berani Beri Kredit, Sri Mulyani: Ekonomi Akan Pingsan 

Adapun, fokus bank saat ini adalah menjaga kualitas kredit. Kalau kualitas kredit memburuk yang ditunjukkan dengan lonjakan NPL maka bisa membahayakan sistem perbankan bahkan perekonomian.

"Kita tidak mau itu terjadi karena bisa menyebabkan krisis," imbuhnya.

Baca Juga: Bos BRI: Bank Lagi Kelebihan Duit tapi yang Ajukan Kredit Sedikit 

Menurutnya, perbankan berhati-hati menjaga kualitas kredit sehingga perbankan masih relatif stabil dan sehat. "Kita punya modal besar untuk bisa bangkit dengan cepat ketika pandemi nanti benar- benar berakhir," tandasnya.

 

Perbankan dinilai setengah hati dalam menyalurkan kreditnya untuk pengusaha. Hal inilah yang membuat ekonomi Indonesia masih pingsan dan belum menunjukkan perbaikannya.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan bahwa perbankan masih sedikit menyalurkan kreditnya yang membuat ekonomi masih tertekan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini